APA SIH YANG HARUS DISIAPKAN OLEH SEKOLAH (Kepala Sekolah dan Pendidik) untuk mengimplementasikan KM?

Saya sangat yakin pertanyaan itu menjadi pertanyaan hampir semua kepala sekolah yang mendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Jawaban atas pertanyaan itu akan berbeda-beda jika ditanyakan kepada orang yang berbeda.

Kurikulum Merdeka Upaya Pembelajaran Berkualitas

Ketika Anda menyampaikan pertanyaan itu kepada pengawas satuan pendidikan-barangkali Anda akan mendapatkan jawaban, “Silakan Bapak pelajari di PMM” atau “Coba bapak tanya kepada kepala sekolah penggerak yang telah mempraktikkan Kurikulum Merdeka”

Jawaban itu tidak salah karena di dalam Kurikulum Merdeka tidak ada yang salah. Dari jawaban itu, Anda tidak bisa menarik kesimpulan bahwa pengawas satuan pendidikan tidak tahu mengenai Kurikulum Merdeka. Bisa jadi jawaban itu mengantarkan kita pada semangat yang sebenarnya dari Kurikulum Merdeka, yaitu perubahan. Anda harus berubah dari cara pandang sampai dengan cara belajar atau cara mencari informasi.

Nah, gak usah panjang lebar saya menjelaskan makna dibalik jawaban itu. Sekarang saya akan berbagi pengalaman atau praktik baik penerapan Kurikulum Merdeka. Semoga dengan cerita yang saya bagikan ini, Anda bisa menarik beberapa poin penting untuk ditindaklanjuti. Silakan nanti Anda mau mengambil prioritas mana dulu.

Sebagai Sekolah Penggerak (SP) Angkatan II, saya memandang beberapa topik berikut ini sebaiknya dipelajari dengan persiapan yang optimal, bisa dalam bentuk pelatihan.

  1. Paradigma Baru dalam Pembelajaran
  2. Siklus Pembelajaran
  3. Modul Ajar
  4. Asesmen Formatif dan Sumatif
  5. Membuat Laporan Hasil Asesmen
  6. Menyusun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  7. Cara Memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM)

Paradigma Baru dalam Pembelajaran

Paradigma baru dalam pembelajaran wajib dipahami dan dimiliki oleh para guru yang akan melaksanakan Kurikulum Merdeka. Pada pokok pembahasan ini, para guru perlu menangkap gagasan mendasarnya yaitu perubahan. Semangat perubahan ini yang harus dipunyai para guru. Secara lebih konkrit para guru memahami bagaimana menjadi pelaku perubahan dalam pembelajaran, termasuk dalam asesmen.

Pembelajaran yang Berkualitas dengan Modul Ajar

Bagaimana pembelajaran berkualitas, tentu harus disertai dengan perangkat ajar yang berkualitas. Perangkat ajar itu adalah modul ajar, dan modul projek.

Nah pada saat kita membahas modul ajar, kita juga akan membahas bahwa modul ajar termasuk bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran satu siklus dengan pembelajaran dan asesmen.

Karena itu pembahasan modul ajar harus dilanjutkan dengan pembelajaran yang berkualitas. Nah, bagaimana pembelajaran yang berkualitas? Di sini para guru dengan perubahan paradigma baru pembelajaran akan mendalami praktik pembelajaran berdiferensiasi. Disinilah kita akan mengenal lebih mendalam pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Asesmen Formatif dan Sumatif

Pembelajaran berkualitas akan dilanjutkan dengan asesmen yang berkualitas juga. Di sini para guru akan diperkenalkan lebih mendalam asesmen formatif dan sumatif. Dua asesmen ini ada di dalam Kurikulum 2013 tetapi berbeda fungsinya di dalam Kurikulum Merdeka.

 Pelajari Modul Ajar

Nah bagi Anda yang memilih Merdeka berubah, paling tidak- inilah yang harus dipahami. Guru-guru tidak harus bisa membuat modul ajar untuk kemudian dibagikan karena ini karakteristik Merdeka Berbagi. Jika satuan pandidikan Anda memilih opsi Mandiri Berubah paling tidak para guru memahami konsep modul ajar, komponen modul ajar; sedangkan untuk prinsip dan penyusunan modul ajar bisa disisihkan untuk sementara waktu. Para guru paling tidak memahami konsep dan komponen modul ajar.

Untuk SP diharapkan memahami prinsip dan prosedur penyusunan modul ajar. Untuk beberapa komponen modul ajar bisa dikontekstualisasi dengan kebutuhan peserta didik dan kebutuhan satuan pendidikan. Pada SP saat ini malah digerakkan kepada upaya kolaborasi modul ajar atau modul ajar kolaborasi.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Tidak sedikit pendidik yang bingung bagaimana merancang Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nah, pada persiapan yang Anda lakukan, sebaiknya para guru diberi pelatihan merancang P5. Pada saat pelatihan P5 para guru akan mendapatkan gagasan dasar bahwa P5 adalah kegiatan kokurikuler yang menjadi sarana membangun karakter.
Di sini para guru belajar pentahapan pelaksanaan P5 dan dimensi yang menjadi sasaran P5

Membuat Laporan Asesmen dan Laporan Projek

Perubahan pada proses pembelajaran dan pelaksanaan P5 menentukan perubahan pada pelaporan asesmen yang disampaikan kepada orangtua dan peserta didik.

Bagaimana para guru bisa merancang pelaporan asesmen menjadi bagian pelatihan yang harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

 Memanfaatkan PMM

Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah platform yang disediakan oleh Kemendikbudristek untuk meningkatkan kompetensi guru dalam IKM. Bagaimana PMM ini dimanfaatkan? Di sinilah para guru perlu mendapatkan motivasi sekaligus bimbingan teknis memanfaatkannya

Itulah beberapa topik untuk dikembangkan agar kompetensi para guru bisa melaksanakan IKM. Berikut akan saya paparkan lebih lanjut hal-hal penting terkait kompetensi yang harus dimiliki guru agar bisa memberi pelayanan yang berkualitas kepada para siswa.

 

 

PERBEDAAN KURIKULUM MERDEKA DAN KURIKULUM 2013

Kurikulum Merdeka Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Kurikulum Merdeka sebagai opsi dalam rangka pemulihan pembelajaran  tahun 2022-2024. Selama pada masa pemulihan tersebut, sekolah diberi keleluasaan untuk menerapkan kurikulum (K 13, Darurat atau Kurikulum Merdeka). Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Kemendibudristek tidak serentak menerapkan Kurikulum Merdeka di semua satuan Pendidikan. Program yang mendukung Kurikulum Merdeka adalah Sekolah Penggerak dan Pusat Keunggulan. Mereka didampingi sekaligus diberi dukungan dana melalui BOS Kinerja untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.  Dari Sekolah Penggerak dan Pusat Keunggulan untk SMK diharapkan diperoleh pengalaman  yang baik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka sehingga bisa ditularkan kepada sekolah lainnya

Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Sebelum Anda memilih opsi mana, tentu Anda harus mengenali terlebih dahulu kurikulum merdeka

Untuk membantu mengenali kurikulum merdeka, saya akan membuat pembandingan antara kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013. Ini akan membantu Anda memilih opsi yang ditawarkan Kemendikbudristek dalam IKM

ElemenKurikulum 2013Kurikulum Merdeka
Kompetensi yag ditujuKompetensi Dasar (KD) yang dikelompokkan pada 4  kompetensi inti (KI)Capaian Pembelajaran yang disusun perfase
Struktur KurikulumJam Pelajaran di atur pemingguJam pelajaran diatur pertahun. Satuan pendidikan bisa mengatur JP secara fleksibel
PembelajaranPembelajaran menggunakan pendekatan saintifik  untuk semua mata pelajaranMenggunakan model pembelajaran berdiferensiasi sesuai tahap, karakteristik dan kebutuhan perserta didik
Penilaian1.       Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan

 

2.       Terfokus pada penilaian sumatif

1.       Tidak ada pemisahan antara penilian sikap, pengetahuan dan keterampilan

2.       Penilaian formatiflah yang utama

Perangkat KurikulumPedomanan penilaian kurikulum

Panduan penilaian

Panduan pembelajaran

1.       Panduan pembelajaran dan asesmen

2.       Panduan pengembangan kurikulum operasional Satuan Pendidikan

3.       Panduan projek penguatan profil pelajar Pancasika

 

Karakteristik Kurikulum Merdeka

Terdapat tiga hal yang sangat mencolok yang menjadi karakteristik kurikulum merdeka.

  1. Pengembangan soft skills dan karakter yang dilaksanakan melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila
  2. Fokus pada materi esensial, relevan dan mendalam sehingga pendidik punya banyak waktu untuk kreatif dan inovatif
  3. Pembelajaran yang fleksibel. Artinya, pendidik melakukan pembelajaran sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Dikembangkan dalam pembelajaran berdiferensiasi

Karakteristik Tiga Opsi IKM

  1. Mandiri Belajar
  2. Mandiri Berubah
  3. Mandiri Berbagi

Mandiri Belajar

Satuan Pendidikan menggunakan struktur Kurikulum 2013 dalam menggembangkan satuan pendidikannya dan menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen

Mandiri Berubah

Satuan Pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam menggembangkan satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.

Mandiri Berbagi

Satuan Pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam menggembangkan satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen. Satuan Pendidikan berkomitmen membagikan prakti-praktik baiknya kepada satuan Pendidikan lain.

Lalu muncul pertanyaan, “Apa yang harus diperhatikan saat mempertimbangkan opsi mana yang akan dipilih?” Kemendikbudristek tidak memberikan syarat-syarat atau indikator baku yang bisa digunakan sebagai tolok ukur menentukan opsi pilihan. Seorang teman pernah mengatakan “lebih baik memilihi Mandiri Belajar karena tidak terlalu beresiko”. Mungkin saja benar, tetapi silakan Anda lakukan hal  berikut ini sebelum Anda memutuskan untuk memilih salah satu dari tiga opsi tersebut.

Kenali Satuan Pendidikan Anda

  1. Pertama, kondisi sumber daya guru. Kepala sekolah harus mengenali kekuatan dan kelemahan guru-gurunya. Kalau guru gurunya (minimal 50%) pada saat K13 membuat perangkat ajar tidak asal copy paste, tapi disesuaikan dengan kondisi sekolah berarti guru-gurunya memiliki semangat berubah mediocer (sedang/baik).
  2. Kedua, kenali apakah guru-guru terampil menggunakan teknologi informasi.
  3. Ketiga, apakah guru-guru termasuk semangat untuk belajar,
  4. Keempat, apakah guru-guru kalau rapat termasuk suka usul hal baru.

Penulis lebih meyakini faktor sumber daya guru dalam hal ini semangat untuk berubah yang lebih menentukan opsi pilihan daripada sumber daya sarana pembelajaran. Karena ditangan guru-guru hebat, kurikulum betapapun tidak sempurna akan menjadi hebat; sebaliknya ditangan guru yang tidak mau belajar, kurikulum hebat tidak ubahnya barang rongsokan.

Penulis sebagai sekolah penggerak Angkatan II meerasakan faktor yang sangat menentukan sukses tidaknya penerapan Kurikulum Merdeka terletak pada semangat belajar para guru. Guru didorong dan difasilitasi untuk terus belajar dan mempelajari hal-hal terkait dengan Kurikulum Merdeka. Para guru bisa belajar secara mandiri mengenai Kurikulum Merdeka di Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan dari link berikut https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/ Selamat mempelajari dan memilih salah satu dari tiga opsi yang diberikan dalam IKM. (Sumber artikel: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/)

EMPAT (4) SUMBER TRADISI TULISAN YANG MEMBENTUK KITAB TAURAT

Tulisan ini adalah materi lanjutan dari tulisan yang berjudul “TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Sangat Peduli Kepada Manusia”

Ilmu pengetahuan terus berkembang, minat orang mempelajari kitab suci makin tinggi. Kitab Taurat atau Pentateukh menampilkan perbedaan-perbedaan gaya bahasa, pengulangan (double) dan terkadang dijumpai kisah yang di dalamnya ada kontradiksi. Graf dan Welhousen menyimpulkan bahwa Pentateukh atau Taurat adalah kumpulan tulisan yang terdiri dari empat (4) buah dokumen yang berlain-lainan usianya dan lingkungan awalnya. Semunya berasal dari zaman sesudah Musa.

Tulisan Kitab Suci dikumpulkan dari sumber tradisi yang berbeda-beda

Banyaknya aliran tradisi tersebut menjelaskan kenapa di dalam Taurat terdapat cerita dobel, pengulangan dan pertentangan yang sering membuat pembaca bingung. Berikut ini adalah kisah yang double, pengulangan atau pertentangan.

  1. Dua kisah mengenai penciptaan, Kej. 1:1-2:4a dan 2:4b-3:24
  2. Dua silsilah Kain-Keni-Kenan, Kej 4:17 dst dan 5:12-17
  3. Gulungan du akisah tentang air bah, Kej. 6-8
  4. Kisah Perjanjian Abraham diceritakan dua kali, Kej 15 dan Kej 17
  5. Dua kali Hagar diusir, Kej. 16 dan 21
  6. Ada tiga cerita tentang Nasib malang isrtri seorang Bapa Bangsa di negeri asing, Kej 12:10-20; 20 dan26:1-11
  7. Gabungan dua cerita tentang Yusuf dan saydara-saudaranya yang terdapat di dalam bab-bab akhir kitab Kejadian
  8. Dua kisah tentang panggilan Musa, Kel. 3:1-4:17 dan 6:2-7:7
  9. Du amujizat air di Meriba, Kel. 17:1-7 dam Bil 20:1-13
  10. Dua teks Dekalog, Ke;. 20:1-17 dan Ul. 5:6-21

Masih ditemukan banyak contoh lagi.

Berdasarkan kesamaan bahasa, gaya bahasa, dan gagasan-gagasan, bagian-bagian tertentu dari Pentateukh dapat dikelompokkan yang kurang lebih menjadi lengkap seperti sekarang ini. Dengan demikian ditemukan empat aliran tradisi.

  1. Tradisi Yahwista (J)
  2. Tradisi Elohista (E)
  3. Tradisi Ulangan (D)
  4. Tradisi Imam (P)

Sebelum kita mencermati ciri-ciri atau karakteristik masing-masing aliran, saya ingin sharing atas pertanyaan seorang peserta kursus. Beliau menanyakan demikian, “Kenapa ya Allah tidak langsung saja menciptakan alam semesta dan manusia dalam satu hari atau satu saat. Allah kan maha kuasa. Atau kenapa kedatangan Yesus tidak dilakukan sejak awal manusia ada?”

Pertanyaan itu bisa saja menjadi pertanyaan banyak orang, termasuk diri Anda. Tampak pertanyaan itu begitu sederhana. Tetapi jawabnya tidak sederhana. Kebenaran jawaban ini menyangkut sisi pemahaman sekaligus iman karena jawabnya bisa saja tidak memuaskan logika Anda.

Kitab Suci menceritakan Sejarah Keselamatan. Kitab Suci bukan risalah (ringkasan) tentang inti keadaan manusia atau Allah tapi tentang BAGAIMANA ALLAH MENGUNGKAPKAN KEBENARAN DIRI-NYA DAN UMAT MANUSIA SECARA BERTAHAP. Tidak mengungkapkan segala-galanya sekaligus.

Bukan teori, melainkan Hidup/Keselamatan. Orang-orang bijak yang disebut di dalam KS bukanlah para filsuf, melainkan orang-orang yang mematuhi perintah Tuhan. “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua,sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mzm 119:100) St. Thomas Aquinas; Mother Teresa.

Konsili Vatikan II Menyatakan bahwa, “kitab-kitab suci yang terinspirasi ilahi itu mempunyai nilai  yang berkesinambungan”. Paulus, “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” (Rm 15:4). Maka kitab-kitab itu, … harus diterima dengan khidmat oleh umat beriman Kristiani” (DV art 14-15)

Dari beberapa penjelasan singkat tersebut kita mengetahui bahwa tindakan Allah menyelamatkan manusia adalah tindakan di dalam sejarah. Artinya menyentuh langsung dalam hidup setiap orang (pribadi) Kebenarannya sangar personal dan tentu rasional.  Pentingnya memahami pentahapan sebagai proses. Allah menyampaikan kesempurnaan wahyu (Pemberian diriNya kepada manusia) secara bertahap dan mencapai kesempurnaan pada diri Yesus.

Memahami kenapa demikian, Paulus mengatakan ‘supaya menjadi pelajaran bagi kita’ dan konsili suci dengan tegas menyatakan, harus diterima dengan khidmat bukan hanya dengan rasio. Barangkali jawaban ini masih abu-abu dan belum terang benderang bagi Anda. Jika demikian tiba saatnya Anda masuk dalam misteri keselamatan Allah. Keselamatan Allah itu misteri, memahaminya tidak bisa tidak harus masuk dalam misteri keselamatan itu. Itulah yang dimaksudkan, “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua,sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mzm 119:100)

Mari sekarang kita lihat satu persatu ciri-ciri dan karakteristik masing-masing aliran tradisi yang digunakan sebagai sumber penyusunan Taurat.

 

Tradisi Yahwista (J)

Secara ringkas, tradisi Yahwista (J) punya karakteristik sebagai berikut:

  1. Penulisan Taurat dimulai pada zaman Salomo (900 SM). Kita tahu Salomo mendirikan banya sekolah menulis, karena itu banyak dokumen dituliskan kembali pada zaman ini menjadi tulisan kitab suci. Kamu cendikiawan, kelompok orang berhikmat yang menghidup tradisi Israel sangat kuat pada jaman Salomo. Mereka produktif menulis kembali “sejarah Israel” sampai terbentuknya kerajaan Israel Bersatu. Sejarah Israel ini disusun dari sudut pandang Yehuda.
  2. Tokoh politiknya bersentuhan dengan Daud & Salomo.
  3. Dokumenya disebut Dok Yawista karena menyebut Allah “YHWH”.
  4. Kita temukan di Keluaran. Imamat dan Bilangan (juga di K. Samuel dan Raja-raja)
  5. Cerita hidup (banyak disukai dan disampaikan ke masyarakat). Misal: Perseteruan antar saudara (Kain dan Habel, Esau dan Yakub-yg menang, adik),Istri yang tidak punya anak (Sarah, Ribka, dan Rahel-sampai Allah membuka Rahim mereka)
  6. Gaya cerita yang hebat dan dinamis. Tidak segan menceritakan sisi gelap sang tokoh. Abraham –orang yang sangat percaya pada Allah tetapi ia juga mengalami kelemahan manusiawi (Kej 12:20). Yakub – menerima berkat dan janji YHWH, tetapi ia bisa berlaku tidak jujur dan licik (Kej. 27:29-31). Cerita itu membungkus teologi yang akan disampaikan (apa itu? Disampaikan Panjang lebar kebenaran ttg Allah dan kehendak-Nya) menyampaikan nubuat yag telraksana di masa depan : Kej 15:13-15 – Abraham bicara ttg perbudakan di Mesir dan pembebasan yang dilaksanakan Allah.
  7. Antropomorfisme – Allah digambarkan dengan fisik, sifat dan perilaku manusiawi Kej. 2:7.8.21; 3:8.21; 7:16; 11:7 (untuk menggambarkan kedekatan dengan manusia)
  8. Inti tradisi ini: Allah sgt dekat dg manusia. Allah mengarahkan manusia pada tujuan hidupnya. Allah berkarya dalam hidup manusia. Ia terlibat dalam hidup Anda

Tradisi Elohista (E)

Setelah Salomo meninggal, kerajaan terpecah menjadi dua (2), 10 suku di bagian Utara dan tetap menggunakan nama “Israel” (Ibukota Samaria), dan Bag Selatan diperintah oleh keluarga Daud  dan Kerajaan Yehuda  (Yerusalem). Ke-2 Kerajaan  punya tradisi, agama, Allah dan bahasa yang sama.

Tempat ibadah. Utara (Israel) = kota Dan dan Betel (Yerobeam mendirikan ini agar rakyatnya tidak pergi ke Yerusalem – biar tidak bergabung dengan keluarga Daud). Untuk mendukung ini, Utara butuh Legitimasi Tradisi.

Para cendikiawan menuliskan Kembali Sejarah Suci Kerajaan Israel (750 SM) dok disebut Elohista (E) karena menyebut Allah dengan Elohim. Selatan (Yehuda) = Bait Allah di Yerusalem.

  1. Menekankan Kisah Leluhur. Mereka menulis untuk melibatkan dan  mengingatkan mereka pada perjanjian YWHW dengan nenek moyang mereka. Mereka mulai dari kisah Abraham (bukan dari kisah Penciptaan)
  2. Keagungan Allah. Peran raja sangat penting. Menentukan siapa yang harus disembah dan bagaimana caranya. banyak raja membawa rakyat meninggalkan Allah
  3. Nabi: Elia, Elisa, Amos, Hosea
  4. Hindari antropomorfisme, Allah itu agung, luhur maka tidak digambarkan berjalan besama manusia. Menggunakan “mimpi” (Kej. 20:3.6; 21:2; 12:28), suara malaikat (Kej 21:17; 22:11.15) teofani/ penampakan Allah dengan kekuatan besar (Kej 19:16-19)
  5. Hormat kepada Allah. Sikap yang benar kepada Allah adalah takut  Abraham (Kej 22:12), Yusuf (Kej. 42:24), Israel (Kel. 1:15-17), Musa (Kel. 3:6), para tua-tua (Kel. 18:21), dan umat (Kel/ 20:18-20)
  6. Tradisi E kurang pandai bercerita karena itu menekankan pada Moral dan Etika
  7. Tradisi E mengubah kisah untuk mengurangi hal-hal yang tidak sesuai. Bdk. Kej 12:10-20 (J) dengan Kej 20:1-17 (E) tradisi E mengubah kisah (J) dengan memperhalus moral dan etika. Abraham tidak ceritakan bersalah, malahan Firaun yang dijatuhi hukuman

Tradisi Deuteronomi (D) Ulangan

  1. Sebelum Samaria jatuh ke Asyur
  2. Mereka melihat peraturan Musa tidak cocok lagi kerena mereka sekarang hidup dalam kerajaan,
  3. Mereka merasa perlu menata kembali peraturan agar bisa menanggapi kebutuhan zaman (masyarakat kota) Mis. Penghapusan utang yang sebelumnya setiap tahun ke-7 para petani tidak boleh menggarap tanahnya agar hasilnya dinikmati oleh orang miskin
  4. Orang Lewi merumuskan ulang semangat hukum/adat istiadat Israel membela YHWH dan menentang penyembahan berhala yang dipelopori raja-raja, belum selesai ditulis, Samaria jatuh ke tangan Asyur
  5. Samaria jatuh ke Asyur (722 SM). Penulis (orang Lewi) lari ke Yerusalem berlindung dan menyelesaikan tulisan mereka.Mereka merenungkan kehancuran Samaria, penyebabnya dan bagaimana harus tetap setia kepada Allah.
  6. Gaya bahasanya cenderung hitam putih, benar salah. Hukum sebagai panduan bagaimana mereka harus hidup sebagai umat YHWH jika berlaku setia mereka akan selamat
  7. Mereka mengembalikan kesatuan bangsa dengan iman akan YHWH satu satunya tempat YHWH menyatakan diri adalah Yerusalem. Mereka menolak tempat ibadah Israel, Sikhem/Gerizim
  8. Kitab yang dibawa oleh orang-orang Lewi dari utara itu adalah kitab Ulangan (Ul 5-26)

 

Tradisi Para Imam (Priest)/P

  1. Mereka menekankan gaya monoteisme, dan menghindari antropomorfisme.
  2. Tidak ada cerita ttg malaikat, atau mimpi. Tidak ada cerita ttg Allah bergaul dengan manusia.Tradisi ini menggambarkan Allah yang agung dan berkuasa tanpa saingan.
  3. Menekankan kehadiran Allah ditengah umat karena itu memberi perhatian besar pada Kemah Suci dan Tabut Percanjian (Kel 25-40) dan memberi dasar pembangunan Bait Allah (1Raj  6-7).
  4. Pada masa pembuangan di Babilonia, para imam Menyusun Kembali keempat tradisi yang menyangkut iman Israel (J.E.D.P) hasil akhirnya adalah Kitab Taurat seperti yang sekarang.
  5. Gulungan Kitab Taurat inilah yang dibawa imam Ezra dari Babel ke Yerusalem yang dibacakan dihadapan orang Israel

Empat tradisi ini menjadi dasar seseorang memahami teks kitab suci Pernjanjian Lama. Jika Anda ingin mendalami dan memahami lebih lanjut isi Kitab Suci Perjanjian Lama, sebaiknya Anda memperdalam 4 tradisi ini.

Dua Materi ini (TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Sangat Peduli Kepada Manusia dan Empat (4) Sumber (Tradisi) Tulisan yang Membentuk Kitab Taurat) adalah materi kursus pertemuan 1 topik TAURAT 1

 

Referensi

Percetakan Arnoldus Ende (2000). ALKITAB KATOLIK DEUTEROKANONIKA. Ende

Seto Marsunu (2017). PENGANTAR KE DALAM TAURAT. Yogyakarta, PT. Kanisius

 

 

TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Peduli Kepada Orang Israel (Manusia)

 

Artikel ini adalah tulisan pertama dari tiga (3) tulisan yang menjadi lingkup materi TAURAT 1 dari Materi Kursus Kerasulan Kitab Suci (K3S) di bawah koordinasi Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Jakarta (KKS KAJ). Tulisan ini tidak bermaksud menggantikan seluruh materi pada pertemuan pertama (1) apa lagi menggantikan proses pembelajaran kursus. Tulisan ini sebagai refleksi edukasi yang diharapkan bisa membantu pembaca (peserta kursus) memahami lebih lengkap saat membaca kembali materi PPT kursus.

Musa adalah Nabi Pilihan Allah untuk membebaskan Orang Israel dari Mesir

Setiap orang Katolik pasti tidak asing dengan tokoh yang disebut Musa. Musa yang diyakini sebagai penulis Kitab Taurat adalah tokoh besar di dalam kisah pembebasan bangsa Israel keluar dari Mesir. Apa yang Anda langsung pikirkan ketika mendengan kata “Musa”? Anda barangkali akan terpikir, peristiwa menyeberangi Laut Merah; atau Anda terpikir semak yang seperti terbakar; atau Anda terpikir tulah yang menimpa orang Mesir.

Musa adalah nabi besar dalam Perjanjian Lama. Ia memberi dasar yang kokoh bagaimana bansa Israel harus hidup sebagai Umat Pilihan Allah.

Ketika kita mempelajari tokoh Musa atau Taurat Musa sesungguhnya kita tidak pertama-tama belajar sejarah. Melainkan kita belajar bagaimana Allah hadir dalam perjuangan bangsa Israel hidup sebagai bangsa terpilih. Karena itu sangat penting bagi kita ketika belajar Taurat Musa dan juga kitab-kitab lainnya, terutama dalam Perjanjian Lama, kita memandang tujuan pembelajaran ini, yaitu:

  1. Kita bisa menangkap pesan untuk hidup kita yang terkandung di dalam setiap peristiwa yang dialami oleh orang-orang Israel.
  2. Memahami bahwa Torah (Taurat) yang isinya hukum, peraturan, wejangan dan pengajaran sebenarnya dimaksudkan sebagai bentuk cinta kasih Allah kepada orang-orang Israel (kita)
  3. Pemahaman ini diharapkan membantu kita memiliki pemahaman yang lebih baik konteks Perjanjian Barua atau Yesus Kristus
  4. Kita tahu garis besar isi Taurat, proses penulisannya dan tentu saja sumber yang digunakan dan bagaimana kita membacanya
  5. Memberi petunjuk secara isi kitab Kejadian, Keluaran, Ulangan, Bilangan dan Ulangan

Arti Kata Taurat

Kata Taurat dari bahasa Ibrani “Torah” yang artinya ‘hukum” = “peraturan” = “pengajaran” = “wejangan”. Hukum, peraturan, pengajaran dan wejangan selalu dimaksudkan bukan untuk memberatkan manusia. Sejak awal mula Allah memberikan hukum atau peraturan atau pengajaran atau wejangan untuk manusia supaya manusia bisa hidup bahagia. Bukan dimaksdukan untuk memberatkan manusia dan membelenggu manusia. Dalam konteks ini kita bisa memahami Sabda Yesus ketika mengatakan, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27)

Orang Yahudi menggunakan kata Taurat untuk menyebut lima (5) kitab pertama di dalam Kitab agama Yahudi. Lima (5) kitab itu yaitu, Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Kelima kitab ini merupakan satu kesatuan yang mereka sebut Kitab Taurat.

Kitab Taurat diawali dengan kisah Penciptaan alam semesta dan manusia. Kemudian diteruskan dengan kisah dosa pertama serta akibat-akibatnya. Dosa dan kejahatan manusia berkembang semakin menghebat yang merusak tatanan dunia.

Atas kejahatan manusia tersebut, Allah menjatuhkan hukuman kepada manusia. Kisah ini dapat Anda lihat pada Kejadian 6:1-8. Dalam kondisi dunia yang rusak oleh dosa, seolah tidak ada harapan lagi. Namun, sejarah keselamatan, yang adalah rencana Allah, tidak ada yang bisa menghalangi terlaksananya rencana Allah itu.

Allah mempersiapkan jalan menuju keselamatan dengan menjaga satu keluarga, yaitu keluarga Nuh. Nuh, manusia pilihan Allah. Kita bisa lihat kisah Nuh yang punya cara hidup berbeda dengan manusia kebanyakan. Dunia dibersihkan dari kotoran dosa melalui air bah. Nuh dan keluarganya dibersihkan oleh Allah melalui air bah.

Di sini kita diingatkan kembali air pembatisan yang membersihkan kita dari dosa, dan kita menjadi anak-anak pilihan Allah. Allah memilih Nuh dengan air bah yang membersihkan dunia dari dosa; demikian juga Allah membersihkan dosa kita dengan air pembaptisan.

Tibalah kita pada kisah manusia pilihan Allah. Abram atau Abraham, seorang beriman dipilih Allah mendapatkan janji akan memperoleh keturunan. Keturunannya akan menepati Tanah Terjanji (Kej 12:1-25:18)

Janji ini disampaikan kepada Ishak. Ishak mempunyai dua anak yaitu Esau dan Yakub. Dari kisah ini Allah mau menyampaikan kepada umat pilihanNya bahwa tradisi nenek moyang mereka yaitu anak sulung menjadi pewaris diubah oleh Allah. Yakub anak bungsu Ishak dengan berbagai cara yang secara manusiawi tampak kurang elok digunakan oleh Allah untuk mendapatkan warisan hak kesulungan.

Yakub mempunyai 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku bangsa Israel. Keluarga Yakub dilanda kesulitan makanan karena kekeringan melanda daerah mereka dan sekitarnya. Allah menyelamatkan keluarga ini melalui Yusuf, anak yang dibuang oleh saudaranya ke Mesir menjadi penyelamat keluarga besar Yakub.

Keluarga besar Yakub pindah ke Mesir karena Mesir di bawah kendali Yusuf menjadi kerajaan yang tidak terdampak kelaparan karena kekurangan makanan. Yusuf yang dibuang menjadi penyelamat. Mesir menjadi tempat mereka mengungsi dan selamat.

Pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Yakub di Mesir bisa dikatakan luar biasa. Kemajuan yang mereka capai menimbulkan iri dalam hati para penduduk asli Mesir. Orang-orang Mesir mulai takut, cemas dan khawatir akan keberadaan orang-orang Israel.

Ketakutan ini membuat pemimpin Mesir memperlakukan orang-orang Israel sangat kasar. Hal ini terjadi pada saat Yusuf telah mangkat. Generasi yang hidup adalah generasi setelah Yusuf. Orang-orang Israel ditindas dengan kerja paksa. Anak-anak laki yang lahir dari orang Israel harus dibunuh. Inilah cara yang digunakan untuk menghentikan perkembangan orang Israel dan akibat dari ketakutan yang begitu besar. Nampaknya Herodes ketika memerintahkan membunuh anak-anak yang usianya dibawah 2 tahun dalam upaya membunuh bayi Yesus terinspirasi dari kisah ini.

 

YHWH Membebaskan Israel dari Penindasan Mesir

Hidup dalam penderitaan dan siksaan di Mesir, Orang Israel ingat akan janji Allah untuk memberikan berkat dan tanah terjanji, Harapan ini selalu hidup di dalam hati mereka dan melahirkan kekuatan untuk bertahan dalam penderitaan. Harapan ini pula yang meyakinkan mereka bahwa akan ada seorang pemimpin yang membebaskan mereka dari Mesir.

Musa diutus YHWH untuk membebaskan orang Israel dari Mesir dan memimpin mereka keluar dari Mesir. Panggilan Musa tidak serta merta mudah diterima oleh Musa.

Musa dengan keyakinan dan bantuan Harun akhirnya memimpin orang Israel keluar Mesir. Kekuatan dahsyat YHWH membebaskan orang Israel ke luar Mesir membuat orang Israel merasa berharga dan yakin akan YHWH.

Setelah mereka bisa ke luar dari Mesir tantangan yang mereka hadapi tidak ringan. Mereka melalui padang guru gersang dan di sinilah hidup mereka seperti mendapatkan ancaman lebih besar dibandingkan ketika di Mesir.

Gunung Sinai adalah Gunung Suci, Tonggak Sejarah Iman Bangsa Israel

Gunung Sinai, Gunung Suci

Perjalanan mereka yang sangat melelahkan baik fisik maupun emosi dan spiritual sampai ke Gunung Sinai. Di Gunung Sinai ada empat peristiwa besar, mereka dipilih menjadi umat pilihan dan dilengkapi dengan hukum yang melindungi karakteristik sebagai umat pilihan; kedua, mereka melakukan cacah jiwa; ketiga, mereka melakukan persembahan pentahbisan Kemah Suci, dan keempat, mereka merayakan Paskah untuk kedua kalinya.

Perjalanan mereka sampai di Gunung Sinai. Gunung ini menjadi tempat yang sangat bersejarah dalam iman orang Israel kepada YHWH. Di Gunung ini orang Israel diangkat menjadi umat pilihan YHWH. Agar mereka bisa menjadi umat pilihan YHWH, YHWH memberi mereka hukum yang menuntun mereka hidup sesuai karakteristik umat pilihan YHWH.

Hukum-hukum itu sebagian menjadi Kitab Keluaran di bab 20 dan seluruh Kitab Imamat dan Bilangan. Dari kisah ini menjadi jelas bahwa hukum yang diberikan YHWH sebagai bentuk kasih YHWH kepada orang Israel agar tidak terjerumus ke dalam hidup yang menyimpang. Ingat pada waktu itu, orang Israel menjadi kawanan kecil diantara bangsa lain. Bangsa lain selalu menawarkan model hidup penyembahan yang sangat berbeda dengan orang-orang Israel. Termasuk adalah godaan menikah dengan wanita atau pria bangsa asli. Keberadaan hukum-hukum ini jangan dipisahkan dan dilepaskan dengan panggilan mereka sebagai bangsa terpilih.

Dalam kehidupan modern atau kehidupan kita, status sebagai orang terpilih pasti punya konsekuensi hidup dengan cara yang berbeda dengan orang kebanyakan. Misalnya saja Anda sebagai orang terpilih menjadi prodiakon, atau terpilih menjadi ketua lingkungan atau terpilih menjadi orang Katolik, Anda tentu punya aturan hidup yang berbeda dengan orang-orang kebanyakan. So, jangan pisahkan antara aturan atau hukum dengan status Anda sebagai orang terpilih.

Menjelang mereka meninggalkan Gunung Sinai dilakukanlah cacah jiwa (Bil 1-4). Maksud dari cacah jiwa ini untuk memastikan jumlah mereka tidak ada yang berkurang atau tidak ada penyusup yang ikut dengan mereka. Ini adalah bentuk perhatian dan memastikan bahwa mereka sebagai bangsa umat pilihan YHWH tetap terjaga.

Selain cacah jiwa, di Gunung Sinai ini juga dilaksanakan persembahan untuk pentahbisan (Bil 7) Jelas banget bahwa kisah ini adalah tradisi para imam (Im 7:1-10:28)

Diceritakan Kemah Suci itu didirikan oleh Musa, Setelah selesai mendirikan Kemah Suci diadakanlah upacara pentahbisan. Termasuk yang disucikan adalah perabot, mezbah dan segala perkakasnya disucikan (diurapi). Upacara ini dilakukan dengan cara mereka mempersembahkan persembahan. Semua persembahan itu diterima Musa kemudian diserahkan kepada orang Lewi untuk keperluan pekerjaan mereka.

Upacara pentahbisan mezbah itu dilakukan selama 12 hari. Setiap hari dilakukan upacara persembahan yang dipimpin oleh satu pemimpin secara bergantian. Setiap suku mendapatkan giliran memimpin persembahan pentahbisan kemah suci.

Setelah mereka mengadakan upacara pentahbisan Kemah Suci, YHWH memerintahkan Musa untuk melakukan pentahbisan kepada orang Lewi (8:5-22)

Setelah Musa melakukan upacara pentahbisan orang Lewi, mereka mengadakan Paskah. Inilah Paskah kedua setelah mereka untuk pertama kali mengadakan Paskah di Mesir pada saat mereka akan meninggalkan Mesir. Perayaan Paskah ke dua ini dapat dilihat pada Im 9:1-14

Orang Lewi diperciki dengan air penghapus dosa (9:7). Mungkin inilah awal mula tradisi perecikan air suci kepada umat Katolik pada saat perayaan Malam Paskah. Air yang menyucikan orang Lewi dari dosa; mereka dikuduskan seperti perkakas mezbah yang diurapi. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Tanah Kanaan.

Sebenarnya mereka sudah dekat dengan Tanah Kanaan. Sebelum mereka masuk tanah Kanaan, mereka mengutus mata-mata untuk memeriksa tanah Kanaan dan penghuninya (Im 13:1-33) Hasil pengamatan mereka (12 orang) membuat orang Israel takut dan mengatai Musa serta bersungut-sungut.

Pemberotakan mereka kepada YHWH akhirnya membuat YHWH menghukum mereka di padang gurun selama 40 tahun. Generasi yang keluar dari Mesir habis. Orang Israel mempunyai generasi yang benar-benar baru. Kecuali Yosua dan Kaleb semua orang Israel yang keluar dari Mesir telah mati.

Musa memberi nasihat kepada generasi baru (lahir di padang guru) sebelum masuk ke Tanah Kanaan (K. Ulangan) – bagaimana mereka harus menjalani hidup di tanah terjanji, & mengungkapkan makna dari seluruh peristiwa penyelamatan Allah. Musa memberkati Yosua sebagai pemimpin orang-orang Israel baru ini.

Tongkat kepemimpinan diserahkan kepada Yosua. Musa mengurapi Yosua menjadi pemimpin Israel yang baru

Nah, kalau ditelusuri dengan cara lebih mendalam dan kritis, maka Taurat yang terdiri dari lima (5) gulungan Kitab digali dari beberapa kisah yang sumbernya berbeda-beda. Karena itu tidak mengherankan jika Anda akan menjumpai ada cerita ganda artinya kisahnya diceritakan dua kali dengan cara yang berbeda, dan kadang malah kontradiktif.

Karena itu sekali lagi penting untuk memahami kisah dalam kitab suci ini bukan sebagai sebuah teori atau kisah hisotiris melainkan kisah di mana Allah mendampingi manusia, menuntun manusia. Allah selalu perhatian dan care kepada manusia kendati manusia itu jatuh dalam dosa. Ini poin penting dari Taurat yang akan membantu kita kemahami Firman Allah dalam Perjanjian Baru dalam diri Yesus Kristus

To be continued ya pada bagian empat (4) sumber tradisi dalam Kitab Suci

Continue reading TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Peduli Kepada Orang Israel (Manusia)

GURU KREATIF, GURU YANG AKAN TETAP ABADI

Artikel ini pernah diikutkan dalam Lomba Menulis Artikel dalam rangka hari guru nasional yang diselenggarakan oleh PGRI dan memenangkan juara harapan. Artikel ini menjadi salah satu tulisan yang dibukukan, “GAGASAN WOW GURU ZAMAN NOW”

Artikel “guru yang kreatif , Guru yang akan Tetap Abadi’ dalam Buku “Gagasan Wow, Guru Zaman Now”

“Ruangguru PHK Gede-gedean, Ratusan Karyawan Jadi Korban”. Jemariku behenti menggulung layar monitor HP. Aku membaca judul artikel itu dengan serius. Alasan perusahaan startup melakukan PHK adalah iklim pasar global yang memburuk.

Bidang apa yang tidak terpengaruh oleh kondisi pasar global? Di era seperti sekarang ini tidak ada satu bidang pun yang tidak terpengaruh oleh perubahan bidang lain. Termasuk bidang pendidikan. Sejak pandemic Covid-19 melanda dunia pertangahan April 2020 kita disadarkan gelombang perubahan dahsyat dalam kehidupan manusia.

Perubahan memaksa manusia beradaptasi tergadap perubahan. Seperti yang dikatakan oleh Charles Darwin, “Mereka yang bertahan bukanlah yang kuat melainkan mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan” Lalu apa yang dibutuhkan manusia untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan? Kreativitas, jawabannya. Guru kreatif, guru yang akan tetap abadi.

Suatu hari saya diskusi dengan seorang guru yang baru saja selesai mengajar. Kebetulan saya mengadakan observasi kelas guru tersebut. Saya bertanya, “Bagaimana perasaan Bapak setelah mengajar? Apakah Bapak sudah  merasa puas dengan pengajaran Bapak?”

Guru saya menjawab, “Saya puas Pak” Lalu beliau melanjutkan alasannya. Dari semua alasan yang diungkapkan, ada satu kalimat yang membuat saya senang. “Anak-anak tampak senang belajar. Mereka menggunakan gelas platik sebagai alat musik. Dengan gelas itu anak-anak berusaha menciptakan irama yang indah. Mereka tampak menikmati kelas saya”.

Itulah kreativitas. Sederhana. Tidak membutuhkan biaya mahal. Hanya dengan gelas plastik guru bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Pembelajaran itu menjadi menyenangkan karena semua siswa terlibat. Pembelajaran menjadi bermakna karena pembalajaran itu kontekstual; siswa merasakan pembelajaran itu mermanfaat untuk hidup sehari-hari.

Kreativitas menjadi sangat penting untuk era sekarang ini. Guru kreatif yang akan bertahan oleh dahyatnya perubahan pasar global, sekalipun kondisi pasar global memburuk, seperti sekarang ini.

Guru kreatif tidak hanya membuat pengajarannya menyenangkan bagi siswa seperti kelas yang saya ceritakan di atas. Guru kreatif juga akan memberi kepuasan pada dirinya sebagai guru. Anda tahu ketika kita merasa puas terahadap pekerjaan kita, kita akan mempunyai daya lebih besar untuk produktivitas.

Rasa puas yang kita rasakan akan melahirkan ide-ide kreatif lanjutan. Rasa puas yang melahirkan rasa bahagia membuat Anda makin produktif.

Guru kreatif  membuat pembelajaran menjadi efektif. Para siswa akan memahami dengan baik pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai. Kompetensi siswa akan meningkat. Karena pembelajaran yang kreatif akan mendorong siswa mempunyai pengalaman belajar. Dan inilah yang terpenting dalam pembelajaran. Inilah pembelajaran yang bermakna. Dengan demikian pembelajaran yang kreatif membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna.

Menjadi Guru Kreatif

Menjadi kreatif, apakah bakat atau hasil dari belajar? Saya yakin Anda akan sepakat bahwa menjadi kreatif itu hasil dari belajar. Menjadi kreatif itu sebuah keterampilan yang bisa dipelajari. Karena itu setiap guru yang memutuskan diri untuk bermanfaat bagi siswa, dan ingin tetap eksis ditengah derasnya perubahan, Anda harus menadi guru kreatif. Tidak bisa ditawar. Mutlak dan mendesak.

Pembelajaran kreatif adalah konsekuensi dari kompetensi pedagogi. Saya sepakat dengan Florence Beetlestone dalam bukunya “Creative Learning” ada enam (6) unsur yaitu: bentuk pembelajaran, representasi, produktivitas, orisinalistas, berpikir dengan kreatif, dan alam ciptaan. (Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut terkait dengan penjabaran 6 unsur ini silakan baca buku 10 Elemen Pedagogi Guru Merdeka, karya Purwanto, M.Pd, Jejak Pustaka, 2022, hal 62-67)

Ada sepuluh (10) elemen penting yang dibutuhkan menjadi guru kreatif (Purwanto:2022)

  1. Sikap yang mendasi totalitas seorang guru adalah keikhlasan dan ketulusan melayani siswa. Guru yang ikhlas akan punya totalitas dalam pelayanan.
  2. Percaya Diri. Percaya diri akan mendorong guru berupaya mencari cara untuk membantu siswa yang membutuhkan bantuan. Dia tidak mudah putus asa, dan tindakannya cenderung menjadi inspirasi bagi orang lain.
  3. Public Speaking Guru kreatif cenderung mempunyai keterampilan komunikasi yang efektif. Ia seorang guru yang asik dalam bertutur kata atau saat menyampaikan gagasan.
  4. Mengunakan alat peraga. Guru kreatif dengan mudah menggunakan barang atau benda disekitarnya untuk memudahkan pembelajaran. Ia cerdas memaknai setiap benda di sekitarnya.
  5. Metode pengajaran bervariasi. Ia bukan guru monoton. Selalu ada kejutan ketika mengajar. Metode mengajar yang ia gunakan sangat bervariasi.
  6. Menyenangkan dan memberi pujian positif. Guru kreatif selalu mempu menemukan kalimat positif untuk memuju siswa. Hal yang tampaknya kecil dan sederhana di mata orang lain mampu digunakan untuk menyampaikan pujian yang memotivasi siswa.
  7. Melibatkan siswa. Guru kreatif bukan seorang penceramah sepanjang pembelajaran. Ia dengan kreatif melibatkan siswa dalam pembelajarannya. Siswa saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Guyonan dan lelucon berkualitas mewarnai kelas guru kreatif.
  8. Punya pengetahuan dan pengenalan siswa dengan baik.Guru kreatif mengenal siswanya dengan baik. Termasuk kesulitan dan hambatan belajar sangat dikuasai oleh guru kreatif
  9. Adanya intervensi emosi. Guru kreatif selalu melibatkan emosi positif dalam pembelajaran. Intervensi emosi menjadikan pembelajaran menjadi efektif. Misal, ketia seorang siswa terlihat ngantuk, guru akan mendatangi siswa sambal menyapa siswa secara santun. Itulah contoh intervensi emosi.
  10. Mensharingkan pengalaman pribadi.Pengalaman pribadi guru bisa menjadi media pembelajaran. Guru menceritakan pengalaman hidupnya untuk menyampaikan makna pembelajaran.

Menilik 10 elemen yang dibutuhkan untuk menjadi guru kreatif, hal itu sangat mendukung dengan profile guru dalam implementasi kurikulum merdeka. 10 elemen itu ada pada guru yang mau berubah. Guru yang menyadari bahwa perubahan sebuah kemutlakan dan kerena itu ia harus terus belajar.

Jadilah guru kreatif maka Anda akan merasa Bahagia mengajar. Anda akan menjadi guru yang terus bertahan dan malah dibutuhkan kendati pasar global mengalami kelesuan. Guru kreatif harus menjadi cita-cita untuk terus diperjuankan. Selamat Hari Guru Nasional, guru kreatif.

BERANI MEMBUAT PERBEDAAN POSITIF: Perutusan Menjadi Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Swasta Non Katolik

Artikel ini pernah diikutkan pada Lomba Menulis Artikel dengan Tema Bangga Menjadi Pendidik yang diselenggarakan oleh MPK KAJ dalam Rangka Natal 2022

“Pak Purwanto Katolik. Mengapa menjadi kepala sekolah di sekolah Buddha?” Pertanyaan itu dilontarkan oleh Romo Vico Setiawan, SJ kepala SMA Loyola Semarang kepada saya pada saat saya sharing mengenai guru inspiratif. “Ini perutusan Romo” jawab saya sambil tertawa karena saya bingung gimana jawabnya.

“Perutusan” kata yang powerful mendorong saya berani menghidupi keguruan dan kepemimpinan sebagai kepala sekolah di SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Kesadaran “saya diutus oleh Tuhan melayani di sekolah Yayasan Buddha” menjadi daya dorong saya berani membuat perbedaan (make difference) positif di sekolah.

Setiap hari saya datang lebih awal dari guru-guru yang lain. Saya selalu berdiri di depan pintu gerbang untuk menyambut siswa. Ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, saya membuat chanel YouTube “Pemuridan” untuk pembelajaran agama Katolik. Pembelajaran agama Katolik selalu saya akhiri dengan refleksi. Kadang tertulis, kadang aksi nyata. Salah satu refleksi nyata adalah anak-anak Katolik berbagi masker kepada masyarakat.

Sebagai kepala sekolah saya memotivasi siswa dan orang tua melalui chanel YouTube Purwanto (Mas Pung). Motivasi dan edukasi yang menjadi isi YouTube saya refleksikan dalam sebuah buku, “Kamu Itu Istimewa”.

Ketika program sekolah penggerak dibuka, saya memberanikan diri mendaftar dan mengikuti proses seleksi. Satu motivasi saya, sekolah yang saya pimpin menjadi salah satu sekolah penggerak. Puji Tuhan, saya lolos sebagai sekolah penggerak

Saya merancang In House Training dan bersama guru-guru membuat komunitas belajar. Secara intensif kami melakukan evaluasi dan refleksi. Praktik baik ini saya dokumentasikan dalam video di chanel YouTube Purwanto (Mas Pung) .  dan dalam bentuk buku yang kemudian saya terbitkan, “10 Elemen Pedagogi Guru Merdeka”

Sebuah kejutan terjadi. Semua aktivitas yang saya lakukan dipandang sebagai praktik baik dan inispiratif oleh Kemendibudristek. Pada perayaan Hari Guru Nasional 2022, saya dianugerahi sebagai kepala sekolah inspiratif nasional kategori kepala SMA oleh Kemendikbudristek.

Foto pada saat mendapatkan apresiasi sebagai kepala sekolah inspiratif nasional tahun 2022

Saat itu hati saya dipenuhi rasa syukur. “Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan keberanian kepadaku untuk menjalankan perutusan di sekolah Buddha”. Seperti yang dikatakan oleh Terence, penulis drama Romawi abad 2 Sebelum Masehi, “Fortis Fortuna Adiuvat” (Keberutungan Menaungi Pemberani). Seorang utusan harus berani melakukan perbedaan positif di tengah medan karyanya. Ad Maiorem Dei Gloriam (Untuk Kemuliaan Allah yang Lebih Besar).

 

BUKAN AROGANSI TAPI REFLEKSI

Apresiasi sebagai Juara 1 Menulis Artikel Bangga Menjadi Pendidik

Saya seorang guru. Ini identitas yang paling kuat dalam diri saya. Apakah menjadi guru ini sebuah keterpaksaan karena tidak ada pekerjaan lain? Adalah sebuah pertanyaan yang akan terus update dan kontekstual sebagai sarana refleksi untuk memurnikan motivasi.

Bicara mengenai tindakan itu sebuah panggilan atau keterpaksaan, saya ingat apa yang dikatakan pengusaha muda sukses, Reino Barack pada acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta. Menjawab pertanyaan, “Apa yang mendorong Reino Barack penguasaha super sukses masih mau mendampingi UMKM?” Ia menjawab dengan sangat tenang, “Ini seperti panggilan. Saya merasakan ada sesuatu lubang kosong yang harus saya isi. Saya tidak tahu kenapa saya mau mengisi ini; tapi saya harus melakukan. Ini sebenarnya berawal dari nasihat papa saya. “kamu memang mengalami kesulitan, tetapi ada banyak orang lebih sulit daripada kamu-yang dimaksud adalah UMKM”

Juara 1 lomba menulis artikel Bangga Menjadi Pendidik diselenggarakan MPK KAJ

Menjadi guru. Saya sendiri tidak tahu persis kenapa saya menjadi guru. Saya memulai bulan Mei tahun 2000 di SMA St. Kristoforus II, Palem Lestari Jakarta Barat. Tahun-tahun berikutnya saya makin terlibat di dalam dunia sekolah. Tugas tambahan diberikan kepada saya dari wakil kepala sekolah sampai kepala bagian pendidikan di Yayasan.

Saya merasa tidak bisa, tidak berada di dunia pendidikan. Jika panggilan dimaknai seperti Reino sampaikan di atas, “ada lubang kosong yang harus saya isi” nampaknya menjadi guru adalah panggilan saya. Pertanyaannya kemudian adalah lubang kosong itu ada di dalam diri saya atau di luar diri saya? Saya melihat justru lubang kosong ini ada di dalam diri saya. Saya selalu ingin mengisi lubang itu, dan itu adalah hal terbaik yang harus saya lakukan di dunia sekolah atau pendidikan.

Lubang kosong itu sering saya sebut “kegelisahan” Saya sering merasa gelisah melihat kekurangmaksimalan di sekolah atau pendidikan. Kegelisahan ini yang mendorong saya melakukan “sesuatu’ untuk menutupinya. Banyak kekurangan yang membuat saya gelisah. Dan itu saya lakukan melalui menulis.

Saya banyak menulis artikel dan beberapa buku, termasuk saya mengikut lomba menulis. Itu semua sebagai tindaklanjut menyembuhkan kegelisahan saya terhadap kekurangan yang saya lihat di pendidikan. Saya banyak menulis artikel di kompasiana.com (akun saya https://www.kompasiana.com/bimabela.com)

Refleksi yang saya tulis sebagai seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah di Yayasan Buddha Tzu Chi berjudul “Berani Membuat Perbedaan Positif Perutusanku Menjadi Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Non Katolik” saya ikutkan dalam lomba menulis yang diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Jakarta (MPK KAJ) dalam rangka merayakan Natal 2022. Artikel ini diberi penghargaan sebagai Juara 1. Tentu ini bukan pertama-tama bahwa artikel tersebut baik dari kaidah penulisan tetapi lebih dari itu saya yakin karena memberi inspirasi guru sebagai panggilan.

Mendapatkan Juara Favorit Lomba Menulis di Kompasiana topik Platform Merdeka Mengajar

Beberapa artikel lain yang mendapatkan penghargaan di Kompasiana dapat dilihat di akun kompasiana saya. Salah satu teranyar adalah Platform Merdeka Mengajar Solusi Cerdas Bagi Pembelajaran Berkualitas” yang diganjang sebagai juara favorit. Tentu senang menadapatkan hadiah sebagai penghargaan mengikut lomba tetapi lebih dari itu adalah saya ingin berkontribusi melalui tulisan. Bagi saya tulisan adalah refleksi diri yang mengasah saya lebih memahami apa yang saya tahu, dan insyallah pembaca mendapatkan manfaat baiknya.

Buku Kamu Itu Istimewa membahas 3 aspek kecerdasan (Intrapersonal, Interpersonal dan Profesional)

Beberapa refleksi dalam bentuk buku cetak antara lain, Tips Memilih Nama Baptis dan Makna Simbol Liturgi Baptis, Belajar Menjadi Orangtua Katolik, Kamu Itu Istimewa dan 10 Elemen Pedagogi Guru Merdeka.

Buku ini berisi 10 elemen pedagogi yang sangat penting untuk dikuasai guru era Kurikulum Merdeka

Ini adalah refleksi bukan sebuah arogansi; ini adalah cara berkontribusi. Karena “hidup adalah soal kontribusi bukan kompetisi”

REKOLEKSI SMP DAN SMA BINA KUSUMA JAKARTA BARAT : Berbasis Dimensi Profil Pelajar Pancasila

MENJADI PELAJAR PANCASILA
Yang Berempati dan Memahami Regulasi Diri
(Elemen & Sub Elemen Dimensi Profil Pelajar Pancasila)
Rekoleksi dilaksanakan Sabtu, 01 April 2023

Gambar ini salah satu aktivitas rekoleksi
Pentingnya Penyadaran Diri sejak awal

Pengantar

Sebelum saya menyampaikan proses rekoleksi di Sekolah Bina Kusuma Jakarta Barat, saya akan sampaikan pengertian dan manfaat rekoleksi dalam konteks Pembelajaran Paradigma Baru, Kurikulum Merdeka

Pengertian

Rekoleksi berasal dari dua kata, “re” yang artinya “kembali”; dan “koleksi” yang artinya “mengumpulkan”. Secara harafiah rekoleksi artinya “mengumpulkan kembali”. Apa yang dikumpulkan? Yang dikumpulkan adalah pengalaman atau peristiwa atau aktivitas atau kejadian baik yang dialami sebagai pelaku maupun sebagai penyaksi.

Rekoleksi adalah bentuk kegiatan di luar kurikuler yang merupakan kegiatan pengembangan diri. Kegiatan ini termasuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Rekoleksi menjadi praktik baik yang telah lama dilaksanakan oleh sekolah-sekolah swasta Katolik (dan Kristen) sebagai bagian untuk membangun karakter peserta didik. Biasanya kegiatan rekoleksi mengangkat topik tertentu. Topik ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidik, atau kebutuhan peserta didik. Di sekolah swasta Katolik, rekoleksi selalu dikaitkan dengan dasar Kitab Suci. Artinya kegiatan ini tidak murni sekuler.

Sebagai kegiatan pengembangan diri dan membangun karakter peserta didik, rekoleksi bisa dikatakan refleksi atau tindakan reflektif di dalam konteks pembelajaran paradigma baru, kurikulum merdeka.

Rekoleksi, Ektrakurikuler Berpusat Pada Peserta Didik

Topik yang dijadikan bahan refleksi berdasarkan pada keprihatian (misi sekolah) sekolah dan atau kebutuhan peserta didik. Misalnya Menjadi Pribadi yang Berbela Rasa- jika sekolah Anda punya misi membentuk peserta didik yang berkarakter dan berjiwa bela rasa. Atau misalnya, Menjadi Pibadi yang Jujur dan bertanggung jawab – bila keprihatinan Anda adalah praktik peserta didik yang dominan tidak bertanggung jawab atau banyak menyontek. Topik bisa juga diambil dari 1-2 dimensi profil pelajar Pancasila, dengan beberapa elemen atau subelemen yang dihidupi pada tahun tersebut.

Foto ini salah satu kegiatan rekoleksi
Keberanian mengakui bertanggung jawab adalah awal dari perbaikan hidup

Manfaat Bagi Sekolah

  1. Rekoleksi menjadi kegiatan ektrakurikuler sebaiknya menjadi kegiatan yang menjadi perwujudkan program sekolah dalam kaitan dengan pembelajaran paradigma baru dalam Kurikulum Merdeka. Tentu hal ini menjadi sangat penting dalam kaitan pelaporan kepada dinas pendidik (termasuk akreditasi), dan Yayasan sebagai penyelenggara persekolahan. Untuk kepentingan ini, rekoleksi sebaiknya menjadi kegiatan ektrakurikuler yang menghidupi dimensi profile pelajar Pancasila. Misalnya pada kegiatan rekoleksi yang saya laksanakan di Sekolah Bina Kusuma. Dimensi yang dihidupi (dilolah) pada kegiatan itu adalah Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia. Elemen: Akhlak kepada Manusia. Subelemen: berempati kepada orang lain. Dimensi kedua adalah mandiri. Elemen: pemahaman diri dan lingkungannya dan regulasi diri.
  2. Pelaksana membuat jadwal kegiatan dan materi yang akan digunakan untuk rekoleksi. Ini adalah dokumen penting bagi bukti fisik administrasi sekolah ke dinas pendidikan baik itu pada saat penilaian kinerja kepala sekolah atau akreditasi.
  3. Dokumen foto kegiatan. Dokumen foto kegiatan menjadi bagian yang sangat penting sebagai bukti fisik pelaksanaan kegiatan. Laporan kegiatan yang penulis (pelaksana) buat di web ini bisa menjadi dokumen yang aman dan mudah diakses bila suatau saat sekolah membutuhkan.

Penutup

Kegiatan rekoleksi bukan sekadar aktivitas runtin sekolah, “yang penting ada kegiatan” kegiatan rekoleksi adalah ekstrakurikuler pengembangan karakter pelajar. Kegiatan lain yang mirip dengan kegiatan ini dengan pengolahan diri yang lebih mendalam antara lain retret.

Kegiatan rekoleksi juga bisa dikategorikan refleksi bersama antara pelajar dengan pendidik. Karena itu susunan acara rekoleksi ada sesi untuk kepala sekolah baik awal maupun akhir, dan bisa juga diberikan satu sesi singkat untuk para pendidik berefleksi bersama pelajar. Kita bisa menjadi lebih baik melalu refleksi karena hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang tidak layak dijalani. Rekoleksi menjadi pelatihan sekaligus pembelajaran mengenai kecakapan hidup. AMDG (admin)

 

MENGEMBANGKAN DIRI ADALAH KONTRIBUSI

“Hatiku menjadi begitu gelisah menyadari ketidaktahuan yang teramat sangat. Ketidaktahuan yang terlambat disadari setelah mengalami kejatuhan”. Kegelisahan inilah yang menjadi mendorong untuk terus belajar melatih diri dan menyiapkan diri menghadapi tantangan. Inilah proses edukasi diri. Di dalam proses edukasi ini telah terjadi proses memotivasi diri. Syukur-syukur hal ini bisa memberi kontribusi untuk generasi yang bergerak maju.

Hanya mereka yang mampu mengartikulasikan pengalaman pahit hidupnya yang bisa membantu orang lain menemukan makna di dalam pergulatan batinya. Karena itu, pentinya setiap saat manusia melakukan refleksi sebagai upaya mendapatkan solusi.

Edukasi (Menurut KBBI) adalah segala keadaan, hal, peristiwa, kejadian, atau tentang suatu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia. Kedewasaan bukan ditentukan usia melainkan kemampuan memaknai hidup, yang ditunjukkan dengan keterampilan / kecakapan hidup. Kecakapan hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan seseorang melakukan refleksi. Seperti yang dikatakan Aristoteles, “Hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani”  Melalui refleksi seseorang akan tahu dirinya, kelemahan dan kekuatannya dan apa yang harus dilakukan.

Edukasi dan refleksi bagai dua sisi dari satu keping mata uang yang diyakini menjadi cara mengembangkan diri. Melalui proses pengajaran dan pelatihan manusia bisa mencapai level perkembangan terbaik hidupnya. Dengan begitu ia  telah berkontribusi kepada negeri ini.