BERANI MEMBUAT PERBEDAAN POSITIF: Perutusan Menjadi Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Swasta Non Katolik

Artikel ini pernah diikutkan pada Lomba Menulis Artikel dengan Tema Bangga Menjadi Pendidik yang diselenggarakan oleh MPK KAJ dalam Rangka Natal 2022

“Pak Purwanto Katolik. Mengapa menjadi kepala sekolah di sekolah Buddha?” Pertanyaan itu dilontarkan oleh Romo Vico Setiawan, SJ kepala SMA Loyola Semarang kepada saya pada saat saya sharing mengenai guru inspiratif. “Ini perutusan Romo” jawab saya sambil tertawa karena saya bingung gimana jawabnya.

“Perutusan” kata yang powerful mendorong saya berani menghidupi keguruan dan kepemimpinan sebagai kepala sekolah di SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Kesadaran “saya diutus oleh Tuhan melayani di sekolah Yayasan Buddha” menjadi daya dorong saya berani membuat perbedaan (make difference) positif di sekolah.

Setiap hari saya datang lebih awal dari guru-guru yang lain. Saya selalu berdiri di depan pintu gerbang untuk menyambut siswa. Ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, saya membuat chanel YouTube “Pemuridan” untuk pembelajaran agama Katolik. Pembelajaran agama Katolik selalu saya akhiri dengan refleksi. Kadang tertulis, kadang aksi nyata. Salah satu refleksi nyata adalah anak-anak Katolik berbagi masker kepada masyarakat.

Sebagai kepala sekolah saya memotivasi siswa dan orang tua melalui chanel YouTube Purwanto (Mas Pung). Motivasi dan edukasi yang menjadi isi YouTube saya refleksikan dalam sebuah buku, “Kamu Itu Istimewa”.

Ketika program sekolah penggerak dibuka, saya memberanikan diri mendaftar dan mengikuti proses seleksi. Satu motivasi saya, sekolah yang saya pimpin menjadi salah satu sekolah penggerak. Puji Tuhan, saya lolos sebagai sekolah penggerak

Saya merancang In House Training dan bersama guru-guru membuat komunitas belajar. Secara intensif kami melakukan evaluasi dan refleksi. Praktik baik ini saya dokumentasikan dalam video di chanel YouTube Purwanto (Mas Pung) .  dan dalam bentuk buku yang kemudian saya terbitkan, “10 Elemen Pedagogi Guru Merdeka”

Sebuah kejutan terjadi. Semua aktivitas yang saya lakukan dipandang sebagai praktik baik dan inispiratif oleh Kemendibudristek. Pada perayaan Hari Guru Nasional 2022, saya dianugerahi sebagai kepala sekolah inspiratif nasional kategori kepala SMA oleh Kemendikbudristek.

Foto pada saat mendapatkan apresiasi sebagai kepala sekolah inspiratif nasional tahun 2022

Saat itu hati saya dipenuhi rasa syukur. “Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan keberanian kepadaku untuk menjalankan perutusan di sekolah Buddha”. Seperti yang dikatakan oleh Terence, penulis drama Romawi abad 2 Sebelum Masehi, “Fortis Fortuna Adiuvat” (Keberutungan Menaungi Pemberani). Seorang utusan harus berani melakukan perbedaan positif di tengah medan karyanya. Ad Maiorem Dei Gloriam (Untuk Kemuliaan Allah yang Lebih Besar).

 

Published by

admin

Kepala SMA (Sekolah Penggerak) I Narasumber Praktik Baik I Pelatih I Penulis I Pengajar K3S I Dosen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *