APA SIH YANG HARUS DISIAPKAN OLEH SEKOLAH (Kepala Sekolah dan Pendidik) untuk mengimplementasikan KM?

Saya sangat yakin pertanyaan itu menjadi pertanyaan hampir semua kepala sekolah yang mendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Jawaban atas pertanyaan itu akan berbeda-beda jika ditanyakan kepada orang yang berbeda.

Kurikulum Merdeka Upaya Pembelajaran Berkualitas

Ketika Anda menyampaikan pertanyaan itu kepada pengawas satuan pendidikan-barangkali Anda akan mendapatkan jawaban, “Silakan Bapak pelajari di PMM” atau “Coba bapak tanya kepada kepala sekolah penggerak yang telah mempraktikkan Kurikulum Merdeka”

Jawaban itu tidak salah karena di dalam Kurikulum Merdeka tidak ada yang salah. Dari jawaban itu, Anda tidak bisa menarik kesimpulan bahwa pengawas satuan pendidikan tidak tahu mengenai Kurikulum Merdeka. Bisa jadi jawaban itu mengantarkan kita pada semangat yang sebenarnya dari Kurikulum Merdeka, yaitu perubahan. Anda harus berubah dari cara pandang sampai dengan cara belajar atau cara mencari informasi.

Nah, gak usah panjang lebar saya menjelaskan makna dibalik jawaban itu. Sekarang saya akan berbagi pengalaman atau praktik baik penerapan Kurikulum Merdeka. Semoga dengan cerita yang saya bagikan ini, Anda bisa menarik beberapa poin penting untuk ditindaklanjuti. Silakan nanti Anda mau mengambil prioritas mana dulu.

Sebagai Sekolah Penggerak (SP) Angkatan II, saya memandang beberapa topik berikut ini sebaiknya dipelajari dengan persiapan yang optimal, bisa dalam bentuk pelatihan.

  1. Paradigma Baru dalam Pembelajaran
  2. Siklus Pembelajaran
  3. Modul Ajar
  4. Asesmen Formatif dan Sumatif
  5. Membuat Laporan Hasil Asesmen
  6. Menyusun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  7. Cara Memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM)

Paradigma Baru dalam Pembelajaran

Paradigma baru dalam pembelajaran wajib dipahami dan dimiliki oleh para guru yang akan melaksanakan Kurikulum Merdeka. Pada pokok pembahasan ini, para guru perlu menangkap gagasan mendasarnya yaitu perubahan. Semangat perubahan ini yang harus dipunyai para guru. Secara lebih konkrit para guru memahami bagaimana menjadi pelaku perubahan dalam pembelajaran, termasuk dalam asesmen.

Pembelajaran yang Berkualitas dengan Modul Ajar

Bagaimana pembelajaran berkualitas, tentu harus disertai dengan perangkat ajar yang berkualitas. Perangkat ajar itu adalah modul ajar, dan modul projek.

Nah pada saat kita membahas modul ajar, kita juga akan membahas bahwa modul ajar termasuk bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran satu siklus dengan pembelajaran dan asesmen.

Karena itu pembahasan modul ajar harus dilanjutkan dengan pembelajaran yang berkualitas. Nah, bagaimana pembelajaran yang berkualitas? Di sini para guru dengan perubahan paradigma baru pembelajaran akan mendalami praktik pembelajaran berdiferensiasi. Disinilah kita akan mengenal lebih mendalam pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Asesmen Formatif dan Sumatif

Pembelajaran berkualitas akan dilanjutkan dengan asesmen yang berkualitas juga. Di sini para guru akan diperkenalkan lebih mendalam asesmen formatif dan sumatif. Dua asesmen ini ada di dalam Kurikulum 2013 tetapi berbeda fungsinya di dalam Kurikulum Merdeka.

 Pelajari Modul Ajar

Nah bagi Anda yang memilih Merdeka berubah, paling tidak- inilah yang harus dipahami. Guru-guru tidak harus bisa membuat modul ajar untuk kemudian dibagikan karena ini karakteristik Merdeka Berbagi. Jika satuan pandidikan Anda memilih opsi Mandiri Berubah paling tidak para guru memahami konsep modul ajar, komponen modul ajar; sedangkan untuk prinsip dan penyusunan modul ajar bisa disisihkan untuk sementara waktu. Para guru paling tidak memahami konsep dan komponen modul ajar.

Untuk SP diharapkan memahami prinsip dan prosedur penyusunan modul ajar. Untuk beberapa komponen modul ajar bisa dikontekstualisasi dengan kebutuhan peserta didik dan kebutuhan satuan pendidikan. Pada SP saat ini malah digerakkan kepada upaya kolaborasi modul ajar atau modul ajar kolaborasi.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Tidak sedikit pendidik yang bingung bagaimana merancang Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nah, pada persiapan yang Anda lakukan, sebaiknya para guru diberi pelatihan merancang P5. Pada saat pelatihan P5 para guru akan mendapatkan gagasan dasar bahwa P5 adalah kegiatan kokurikuler yang menjadi sarana membangun karakter.
Di sini para guru belajar pentahapan pelaksanaan P5 dan dimensi yang menjadi sasaran P5

Membuat Laporan Asesmen dan Laporan Projek

Perubahan pada proses pembelajaran dan pelaksanaan P5 menentukan perubahan pada pelaporan asesmen yang disampaikan kepada orangtua dan peserta didik.

Bagaimana para guru bisa merancang pelaporan asesmen menjadi bagian pelatihan yang harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

 Memanfaatkan PMM

Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah platform yang disediakan oleh Kemendikbudristek untuk meningkatkan kompetensi guru dalam IKM. Bagaimana PMM ini dimanfaatkan? Di sinilah para guru perlu mendapatkan motivasi sekaligus bimbingan teknis memanfaatkannya

Itulah beberapa topik untuk dikembangkan agar kompetensi para guru bisa melaksanakan IKM. Berikut akan saya paparkan lebih lanjut hal-hal penting terkait kompetensi yang harus dimiliki guru agar bisa memberi pelayanan yang berkualitas kepada para siswa.

 

 

PERBEDAAN KURIKULUM MERDEKA DAN KURIKULUM 2013

Kurikulum Merdeka Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Kurikulum Merdeka sebagai opsi dalam rangka pemulihan pembelajaran  tahun 2022-2024. Selama pada masa pemulihan tersebut, sekolah diberi keleluasaan untuk menerapkan kurikulum (K 13, Darurat atau Kurikulum Merdeka). Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Kemendibudristek tidak serentak menerapkan Kurikulum Merdeka di semua satuan Pendidikan. Program yang mendukung Kurikulum Merdeka adalah Sekolah Penggerak dan Pusat Keunggulan. Mereka didampingi sekaligus diberi dukungan dana melalui BOS Kinerja untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.  Dari Sekolah Penggerak dan Pusat Keunggulan untk SMK diharapkan diperoleh pengalaman  yang baik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka sehingga bisa ditularkan kepada sekolah lainnya

Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Sebelum Anda memilih opsi mana, tentu Anda harus mengenali terlebih dahulu kurikulum merdeka

Untuk membantu mengenali kurikulum merdeka, saya akan membuat pembandingan antara kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013. Ini akan membantu Anda memilih opsi yang ditawarkan Kemendikbudristek dalam IKM

ElemenKurikulum 2013Kurikulum Merdeka
Kompetensi yag ditujuKompetensi Dasar (KD) yang dikelompokkan pada 4  kompetensi inti (KI)Capaian Pembelajaran yang disusun perfase
Struktur KurikulumJam Pelajaran di atur pemingguJam pelajaran diatur pertahun. Satuan pendidikan bisa mengatur JP secara fleksibel
PembelajaranPembelajaran menggunakan pendekatan saintifik  untuk semua mata pelajaranMenggunakan model pembelajaran berdiferensiasi sesuai tahap, karakteristik dan kebutuhan perserta didik
Penilaian1.       Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan

 

2.       Terfokus pada penilaian sumatif

1.       Tidak ada pemisahan antara penilian sikap, pengetahuan dan keterampilan

2.       Penilaian formatiflah yang utama

Perangkat KurikulumPedomanan penilaian kurikulum

Panduan penilaian

Panduan pembelajaran

1.       Panduan pembelajaran dan asesmen

2.       Panduan pengembangan kurikulum operasional Satuan Pendidikan

3.       Panduan projek penguatan profil pelajar Pancasika

 

Karakteristik Kurikulum Merdeka

Terdapat tiga hal yang sangat mencolok yang menjadi karakteristik kurikulum merdeka.

  1. Pengembangan soft skills dan karakter yang dilaksanakan melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila
  2. Fokus pada materi esensial, relevan dan mendalam sehingga pendidik punya banyak waktu untuk kreatif dan inovatif
  3. Pembelajaran yang fleksibel. Artinya, pendidik melakukan pembelajaran sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Dikembangkan dalam pembelajaran berdiferensiasi

Karakteristik Tiga Opsi IKM

  1. Mandiri Belajar
  2. Mandiri Berubah
  3. Mandiri Berbagi

Mandiri Belajar

Satuan Pendidikan menggunakan struktur Kurikulum 2013 dalam menggembangkan satuan pendidikannya dan menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen

Mandiri Berubah

Satuan Pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam menggembangkan satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.

Mandiri Berbagi

Satuan Pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam menggembangkan satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen. Satuan Pendidikan berkomitmen membagikan prakti-praktik baiknya kepada satuan Pendidikan lain.

Lalu muncul pertanyaan, “Apa yang harus diperhatikan saat mempertimbangkan opsi mana yang akan dipilih?” Kemendikbudristek tidak memberikan syarat-syarat atau indikator baku yang bisa digunakan sebagai tolok ukur menentukan opsi pilihan. Seorang teman pernah mengatakan “lebih baik memilihi Mandiri Belajar karena tidak terlalu beresiko”. Mungkin saja benar, tetapi silakan Anda lakukan hal  berikut ini sebelum Anda memutuskan untuk memilih salah satu dari tiga opsi tersebut.

Kenali Satuan Pendidikan Anda

  1. Pertama, kondisi sumber daya guru. Kepala sekolah harus mengenali kekuatan dan kelemahan guru-gurunya. Kalau guru gurunya (minimal 50%) pada saat K13 membuat perangkat ajar tidak asal copy paste, tapi disesuaikan dengan kondisi sekolah berarti guru-gurunya memiliki semangat berubah mediocer (sedang/baik).
  2. Kedua, kenali apakah guru-guru terampil menggunakan teknologi informasi.
  3. Ketiga, apakah guru-guru termasuk semangat untuk belajar,
  4. Keempat, apakah guru-guru kalau rapat termasuk suka usul hal baru.

Penulis lebih meyakini faktor sumber daya guru dalam hal ini semangat untuk berubah yang lebih menentukan opsi pilihan daripada sumber daya sarana pembelajaran. Karena ditangan guru-guru hebat, kurikulum betapapun tidak sempurna akan menjadi hebat; sebaliknya ditangan guru yang tidak mau belajar, kurikulum hebat tidak ubahnya barang rongsokan.

Penulis sebagai sekolah penggerak Angkatan II meerasakan faktor yang sangat menentukan sukses tidaknya penerapan Kurikulum Merdeka terletak pada semangat belajar para guru. Guru didorong dan difasilitasi untuk terus belajar dan mempelajari hal-hal terkait dengan Kurikulum Merdeka. Para guru bisa belajar secara mandiri mengenai Kurikulum Merdeka di Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan dari link berikut https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/ Selamat mempelajari dan memilih salah satu dari tiga opsi yang diberikan dalam IKM. (Sumber artikel: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/)