EMPAT (4) SUMBER TRADISI TULISAN YANG MEMBENTUK KITAB TAURAT

Tulisan ini adalah materi lanjutan dari tulisan yang berjudul “TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Sangat Peduli Kepada Manusia”

Ilmu pengetahuan terus berkembang, minat orang mempelajari kitab suci makin tinggi. Kitab Taurat atau Pentateukh menampilkan perbedaan-perbedaan gaya bahasa, pengulangan (double) dan terkadang dijumpai kisah yang di dalamnya ada kontradiksi. Graf dan Welhousen menyimpulkan bahwa Pentateukh atau Taurat adalah kumpulan tulisan yang terdiri dari empat (4) buah dokumen yang berlain-lainan usianya dan lingkungan awalnya. Semunya berasal dari zaman sesudah Musa.

Tulisan Kitab Suci dikumpulkan dari sumber tradisi yang berbeda-beda

Banyaknya aliran tradisi tersebut menjelaskan kenapa di dalam Taurat terdapat cerita dobel, pengulangan dan pertentangan yang sering membuat pembaca bingung. Berikut ini adalah kisah yang double, pengulangan atau pertentangan.

  1. Dua kisah mengenai penciptaan, Kej. 1:1-2:4a dan 2:4b-3:24
  2. Dua silsilah Kain-Keni-Kenan, Kej 4:17 dst dan 5:12-17
  3. Gulungan du akisah tentang air bah, Kej. 6-8
  4. Kisah Perjanjian Abraham diceritakan dua kali, Kej 15 dan Kej 17
  5. Dua kali Hagar diusir, Kej. 16 dan 21
  6. Ada tiga cerita tentang Nasib malang isrtri seorang Bapa Bangsa di negeri asing, Kej 12:10-20; 20 dan26:1-11
  7. Gabungan dua cerita tentang Yusuf dan saydara-saudaranya yang terdapat di dalam bab-bab akhir kitab Kejadian
  8. Dua kisah tentang panggilan Musa, Kel. 3:1-4:17 dan 6:2-7:7
  9. Du amujizat air di Meriba, Kel. 17:1-7 dam Bil 20:1-13
  10. Dua teks Dekalog, Ke;. 20:1-17 dan Ul. 5:6-21

Masih ditemukan banyak contoh lagi.

Berdasarkan kesamaan bahasa, gaya bahasa, dan gagasan-gagasan, bagian-bagian tertentu dari Pentateukh dapat dikelompokkan yang kurang lebih menjadi lengkap seperti sekarang ini. Dengan demikian ditemukan empat aliran tradisi.

  1. Tradisi Yahwista (J)
  2. Tradisi Elohista (E)
  3. Tradisi Ulangan (D)
  4. Tradisi Imam (P)

Sebelum kita mencermati ciri-ciri atau karakteristik masing-masing aliran, saya ingin sharing atas pertanyaan seorang peserta kursus. Beliau menanyakan demikian, “Kenapa ya Allah tidak langsung saja menciptakan alam semesta dan manusia dalam satu hari atau satu saat. Allah kan maha kuasa. Atau kenapa kedatangan Yesus tidak dilakukan sejak awal manusia ada?”

Pertanyaan itu bisa saja menjadi pertanyaan banyak orang, termasuk diri Anda. Tampak pertanyaan itu begitu sederhana. Tetapi jawabnya tidak sederhana. Kebenaran jawaban ini menyangkut sisi pemahaman sekaligus iman karena jawabnya bisa saja tidak memuaskan logika Anda.

Kitab Suci menceritakan Sejarah Keselamatan. Kitab Suci bukan risalah (ringkasan) tentang inti keadaan manusia atau Allah tapi tentang BAGAIMANA ALLAH MENGUNGKAPKAN KEBENARAN DIRI-NYA DAN UMAT MANUSIA SECARA BERTAHAP. Tidak mengungkapkan segala-galanya sekaligus.

Bukan teori, melainkan Hidup/Keselamatan. Orang-orang bijak yang disebut di dalam KS bukanlah para filsuf, melainkan orang-orang yang mematuhi perintah Tuhan. “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua,sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mzm 119:100) St. Thomas Aquinas; Mother Teresa.

Konsili Vatikan II Menyatakan bahwa, “kitab-kitab suci yang terinspirasi ilahi itu mempunyai nilai  yang berkesinambungan”. Paulus, “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” (Rm 15:4). Maka kitab-kitab itu, … harus diterima dengan khidmat oleh umat beriman Kristiani” (DV art 14-15)

Dari beberapa penjelasan singkat tersebut kita mengetahui bahwa tindakan Allah menyelamatkan manusia adalah tindakan di dalam sejarah. Artinya menyentuh langsung dalam hidup setiap orang (pribadi) Kebenarannya sangar personal dan tentu rasional.  Pentingnya memahami pentahapan sebagai proses. Allah menyampaikan kesempurnaan wahyu (Pemberian diriNya kepada manusia) secara bertahap dan mencapai kesempurnaan pada diri Yesus.

Memahami kenapa demikian, Paulus mengatakan ‘supaya menjadi pelajaran bagi kita’ dan konsili suci dengan tegas menyatakan, harus diterima dengan khidmat bukan hanya dengan rasio. Barangkali jawaban ini masih abu-abu dan belum terang benderang bagi Anda. Jika demikian tiba saatnya Anda masuk dalam misteri keselamatan Allah. Keselamatan Allah itu misteri, memahaminya tidak bisa tidak harus masuk dalam misteri keselamatan itu. Itulah yang dimaksudkan, “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua,sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mzm 119:100)

Mari sekarang kita lihat satu persatu ciri-ciri dan karakteristik masing-masing aliran tradisi yang digunakan sebagai sumber penyusunan Taurat.

 

Tradisi Yahwista (J)

Secara ringkas, tradisi Yahwista (J) punya karakteristik sebagai berikut:

  1. Penulisan Taurat dimulai pada zaman Salomo (900 SM). Kita tahu Salomo mendirikan banya sekolah menulis, karena itu banyak dokumen dituliskan kembali pada zaman ini menjadi tulisan kitab suci. Kamu cendikiawan, kelompok orang berhikmat yang menghidup tradisi Israel sangat kuat pada jaman Salomo. Mereka produktif menulis kembali “sejarah Israel” sampai terbentuknya kerajaan Israel Bersatu. Sejarah Israel ini disusun dari sudut pandang Yehuda.
  2. Tokoh politiknya bersentuhan dengan Daud & Salomo.
  3. Dokumenya disebut Dok Yawista karena menyebut Allah “YHWH”.
  4. Kita temukan di Keluaran. Imamat dan Bilangan (juga di K. Samuel dan Raja-raja)
  5. Cerita hidup (banyak disukai dan disampaikan ke masyarakat). Misal: Perseteruan antar saudara (Kain dan Habel, Esau dan Yakub-yg menang, adik),Istri yang tidak punya anak (Sarah, Ribka, dan Rahel-sampai Allah membuka Rahim mereka)
  6. Gaya cerita yang hebat dan dinamis. Tidak segan menceritakan sisi gelap sang tokoh. Abraham –orang yang sangat percaya pada Allah tetapi ia juga mengalami kelemahan manusiawi (Kej 12:20). Yakub – menerima berkat dan janji YHWH, tetapi ia bisa berlaku tidak jujur dan licik (Kej. 27:29-31). Cerita itu membungkus teologi yang akan disampaikan (apa itu? Disampaikan Panjang lebar kebenaran ttg Allah dan kehendak-Nya) menyampaikan nubuat yag telraksana di masa depan : Kej 15:13-15 – Abraham bicara ttg perbudakan di Mesir dan pembebasan yang dilaksanakan Allah.
  7. Antropomorfisme – Allah digambarkan dengan fisik, sifat dan perilaku manusiawi Kej. 2:7.8.21; 3:8.21; 7:16; 11:7 (untuk menggambarkan kedekatan dengan manusia)
  8. Inti tradisi ini: Allah sgt dekat dg manusia. Allah mengarahkan manusia pada tujuan hidupnya. Allah berkarya dalam hidup manusia. Ia terlibat dalam hidup Anda

Tradisi Elohista (E)

Setelah Salomo meninggal, kerajaan terpecah menjadi dua (2), 10 suku di bagian Utara dan tetap menggunakan nama “Israel” (Ibukota Samaria), dan Bag Selatan diperintah oleh keluarga Daud  dan Kerajaan Yehuda  (Yerusalem). Ke-2 Kerajaan  punya tradisi, agama, Allah dan bahasa yang sama.

Tempat ibadah. Utara (Israel) = kota Dan dan Betel (Yerobeam mendirikan ini agar rakyatnya tidak pergi ke Yerusalem – biar tidak bergabung dengan keluarga Daud). Untuk mendukung ini, Utara butuh Legitimasi Tradisi.

Para cendikiawan menuliskan Kembali Sejarah Suci Kerajaan Israel (750 SM) dok disebut Elohista (E) karena menyebut Allah dengan Elohim. Selatan (Yehuda) = Bait Allah di Yerusalem.

  1. Menekankan Kisah Leluhur. Mereka menulis untuk melibatkan dan  mengingatkan mereka pada perjanjian YWHW dengan nenek moyang mereka. Mereka mulai dari kisah Abraham (bukan dari kisah Penciptaan)
  2. Keagungan Allah. Peran raja sangat penting. Menentukan siapa yang harus disembah dan bagaimana caranya. banyak raja membawa rakyat meninggalkan Allah
  3. Nabi: Elia, Elisa, Amos, Hosea
  4. Hindari antropomorfisme, Allah itu agung, luhur maka tidak digambarkan berjalan besama manusia. Menggunakan “mimpi” (Kej. 20:3.6; 21:2; 12:28), suara malaikat (Kej 21:17; 22:11.15) teofani/ penampakan Allah dengan kekuatan besar (Kej 19:16-19)
  5. Hormat kepada Allah. Sikap yang benar kepada Allah adalah takut  Abraham (Kej 22:12), Yusuf (Kej. 42:24), Israel (Kel. 1:15-17), Musa (Kel. 3:6), para tua-tua (Kel. 18:21), dan umat (Kel/ 20:18-20)
  6. Tradisi E kurang pandai bercerita karena itu menekankan pada Moral dan Etika
  7. Tradisi E mengubah kisah untuk mengurangi hal-hal yang tidak sesuai. Bdk. Kej 12:10-20 (J) dengan Kej 20:1-17 (E) tradisi E mengubah kisah (J) dengan memperhalus moral dan etika. Abraham tidak ceritakan bersalah, malahan Firaun yang dijatuhi hukuman

Tradisi Deuteronomi (D) Ulangan

  1. Sebelum Samaria jatuh ke Asyur
  2. Mereka melihat peraturan Musa tidak cocok lagi kerena mereka sekarang hidup dalam kerajaan,
  3. Mereka merasa perlu menata kembali peraturan agar bisa menanggapi kebutuhan zaman (masyarakat kota) Mis. Penghapusan utang yang sebelumnya setiap tahun ke-7 para petani tidak boleh menggarap tanahnya agar hasilnya dinikmati oleh orang miskin
  4. Orang Lewi merumuskan ulang semangat hukum/adat istiadat Israel membela YHWH dan menentang penyembahan berhala yang dipelopori raja-raja, belum selesai ditulis, Samaria jatuh ke tangan Asyur
  5. Samaria jatuh ke Asyur (722 SM). Penulis (orang Lewi) lari ke Yerusalem berlindung dan menyelesaikan tulisan mereka.Mereka merenungkan kehancuran Samaria, penyebabnya dan bagaimana harus tetap setia kepada Allah.
  6. Gaya bahasanya cenderung hitam putih, benar salah. Hukum sebagai panduan bagaimana mereka harus hidup sebagai umat YHWH jika berlaku setia mereka akan selamat
  7. Mereka mengembalikan kesatuan bangsa dengan iman akan YHWH satu satunya tempat YHWH menyatakan diri adalah Yerusalem. Mereka menolak tempat ibadah Israel, Sikhem/Gerizim
  8. Kitab yang dibawa oleh orang-orang Lewi dari utara itu adalah kitab Ulangan (Ul 5-26)

 

Tradisi Para Imam (Priest)/P

  1. Mereka menekankan gaya monoteisme, dan menghindari antropomorfisme.
  2. Tidak ada cerita ttg malaikat, atau mimpi. Tidak ada cerita ttg Allah bergaul dengan manusia.Tradisi ini menggambarkan Allah yang agung dan berkuasa tanpa saingan.
  3. Menekankan kehadiran Allah ditengah umat karena itu memberi perhatian besar pada Kemah Suci dan Tabut Percanjian (Kel 25-40) dan memberi dasar pembangunan Bait Allah (1Raj  6-7).
  4. Pada masa pembuangan di Babilonia, para imam Menyusun Kembali keempat tradisi yang menyangkut iman Israel (J.E.D.P) hasil akhirnya adalah Kitab Taurat seperti yang sekarang.
  5. Gulungan Kitab Taurat inilah yang dibawa imam Ezra dari Babel ke Yerusalem yang dibacakan dihadapan orang Israel

Empat tradisi ini menjadi dasar seseorang memahami teks kitab suci Pernjanjian Lama. Jika Anda ingin mendalami dan memahami lebih lanjut isi Kitab Suci Perjanjian Lama, sebaiknya Anda memperdalam 4 tradisi ini.

Dua Materi ini (TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Sangat Peduli Kepada Manusia dan Empat (4) Sumber (Tradisi) Tulisan yang Membentuk Kitab Taurat) adalah materi kursus pertemuan 1 topik TAURAT 1

 

Referensi

Percetakan Arnoldus Ende (2000). ALKITAB KATOLIK DEUTEROKANONIKA. Ende

Seto Marsunu (2017). PENGANTAR KE DALAM TAURAT. Yogyakarta, PT. Kanisius

 

 

TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Peduli Kepada Orang Israel (Manusia)

 

Artikel ini adalah tulisan pertama dari tiga (3) tulisan yang menjadi lingkup materi TAURAT 1 dari Materi Kursus Kerasulan Kitab Suci (K3S) di bawah koordinasi Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Jakarta (KKS KAJ). Tulisan ini tidak bermaksud menggantikan seluruh materi pada pertemuan pertama (1) apa lagi menggantikan proses pembelajaran kursus. Tulisan ini sebagai refleksi edukasi yang diharapkan bisa membantu pembaca (peserta kursus) memahami lebih lengkap saat membaca kembali materi PPT kursus.

Musa adalah Nabi Pilihan Allah untuk membebaskan Orang Israel dari Mesir

Setiap orang Katolik pasti tidak asing dengan tokoh yang disebut Musa. Musa yang diyakini sebagai penulis Kitab Taurat adalah tokoh besar di dalam kisah pembebasan bangsa Israel keluar dari Mesir. Apa yang Anda langsung pikirkan ketika mendengan kata “Musa”? Anda barangkali akan terpikir, peristiwa menyeberangi Laut Merah; atau Anda terpikir semak yang seperti terbakar; atau Anda terpikir tulah yang menimpa orang Mesir.

Musa adalah nabi besar dalam Perjanjian Lama. Ia memberi dasar yang kokoh bagaimana bansa Israel harus hidup sebagai Umat Pilihan Allah.

Ketika kita mempelajari tokoh Musa atau Taurat Musa sesungguhnya kita tidak pertama-tama belajar sejarah. Melainkan kita belajar bagaimana Allah hadir dalam perjuangan bangsa Israel hidup sebagai bangsa terpilih. Karena itu sangat penting bagi kita ketika belajar Taurat Musa dan juga kitab-kitab lainnya, terutama dalam Perjanjian Lama, kita memandang tujuan pembelajaran ini, yaitu:

  1. Kita bisa menangkap pesan untuk hidup kita yang terkandung di dalam setiap peristiwa yang dialami oleh orang-orang Israel.
  2. Memahami bahwa Torah (Taurat) yang isinya hukum, peraturan, wejangan dan pengajaran sebenarnya dimaksudkan sebagai bentuk cinta kasih Allah kepada orang-orang Israel (kita)
  3. Pemahaman ini diharapkan membantu kita memiliki pemahaman yang lebih baik konteks Perjanjian Barua atau Yesus Kristus
  4. Kita tahu garis besar isi Taurat, proses penulisannya dan tentu saja sumber yang digunakan dan bagaimana kita membacanya
  5. Memberi petunjuk secara isi kitab Kejadian, Keluaran, Ulangan, Bilangan dan Ulangan

Arti Kata Taurat

Kata Taurat dari bahasa Ibrani “Torah” yang artinya ‘hukum” = “peraturan” = “pengajaran” = “wejangan”. Hukum, peraturan, pengajaran dan wejangan selalu dimaksudkan bukan untuk memberatkan manusia. Sejak awal mula Allah memberikan hukum atau peraturan atau pengajaran atau wejangan untuk manusia supaya manusia bisa hidup bahagia. Bukan dimaksdukan untuk memberatkan manusia dan membelenggu manusia. Dalam konteks ini kita bisa memahami Sabda Yesus ketika mengatakan, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27)

Orang Yahudi menggunakan kata Taurat untuk menyebut lima (5) kitab pertama di dalam Kitab agama Yahudi. Lima (5) kitab itu yaitu, Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Kelima kitab ini merupakan satu kesatuan yang mereka sebut Kitab Taurat.

Kitab Taurat diawali dengan kisah Penciptaan alam semesta dan manusia. Kemudian diteruskan dengan kisah dosa pertama serta akibat-akibatnya. Dosa dan kejahatan manusia berkembang semakin menghebat yang merusak tatanan dunia.

Atas kejahatan manusia tersebut, Allah menjatuhkan hukuman kepada manusia. Kisah ini dapat Anda lihat pada Kejadian 6:1-8. Dalam kondisi dunia yang rusak oleh dosa, seolah tidak ada harapan lagi. Namun, sejarah keselamatan, yang adalah rencana Allah, tidak ada yang bisa menghalangi terlaksananya rencana Allah itu.

Allah mempersiapkan jalan menuju keselamatan dengan menjaga satu keluarga, yaitu keluarga Nuh. Nuh, manusia pilihan Allah. Kita bisa lihat kisah Nuh yang punya cara hidup berbeda dengan manusia kebanyakan. Dunia dibersihkan dari kotoran dosa melalui air bah. Nuh dan keluarganya dibersihkan oleh Allah melalui air bah.

Di sini kita diingatkan kembali air pembatisan yang membersihkan kita dari dosa, dan kita menjadi anak-anak pilihan Allah. Allah memilih Nuh dengan air bah yang membersihkan dunia dari dosa; demikian juga Allah membersihkan dosa kita dengan air pembaptisan.

Tibalah kita pada kisah manusia pilihan Allah. Abram atau Abraham, seorang beriman dipilih Allah mendapatkan janji akan memperoleh keturunan. Keturunannya akan menepati Tanah Terjanji (Kej 12:1-25:18)

Janji ini disampaikan kepada Ishak. Ishak mempunyai dua anak yaitu Esau dan Yakub. Dari kisah ini Allah mau menyampaikan kepada umat pilihanNya bahwa tradisi nenek moyang mereka yaitu anak sulung menjadi pewaris diubah oleh Allah. Yakub anak bungsu Ishak dengan berbagai cara yang secara manusiawi tampak kurang elok digunakan oleh Allah untuk mendapatkan warisan hak kesulungan.

Yakub mempunyai 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku bangsa Israel. Keluarga Yakub dilanda kesulitan makanan karena kekeringan melanda daerah mereka dan sekitarnya. Allah menyelamatkan keluarga ini melalui Yusuf, anak yang dibuang oleh saudaranya ke Mesir menjadi penyelamat keluarga besar Yakub.

Keluarga besar Yakub pindah ke Mesir karena Mesir di bawah kendali Yusuf menjadi kerajaan yang tidak terdampak kelaparan karena kekurangan makanan. Yusuf yang dibuang menjadi penyelamat. Mesir menjadi tempat mereka mengungsi dan selamat.

Pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Yakub di Mesir bisa dikatakan luar biasa. Kemajuan yang mereka capai menimbulkan iri dalam hati para penduduk asli Mesir. Orang-orang Mesir mulai takut, cemas dan khawatir akan keberadaan orang-orang Israel.

Ketakutan ini membuat pemimpin Mesir memperlakukan orang-orang Israel sangat kasar. Hal ini terjadi pada saat Yusuf telah mangkat. Generasi yang hidup adalah generasi setelah Yusuf. Orang-orang Israel ditindas dengan kerja paksa. Anak-anak laki yang lahir dari orang Israel harus dibunuh. Inilah cara yang digunakan untuk menghentikan perkembangan orang Israel dan akibat dari ketakutan yang begitu besar. Nampaknya Herodes ketika memerintahkan membunuh anak-anak yang usianya dibawah 2 tahun dalam upaya membunuh bayi Yesus terinspirasi dari kisah ini.

 

YHWH Membebaskan Israel dari Penindasan Mesir

Hidup dalam penderitaan dan siksaan di Mesir, Orang Israel ingat akan janji Allah untuk memberikan berkat dan tanah terjanji, Harapan ini selalu hidup di dalam hati mereka dan melahirkan kekuatan untuk bertahan dalam penderitaan. Harapan ini pula yang meyakinkan mereka bahwa akan ada seorang pemimpin yang membebaskan mereka dari Mesir.

Musa diutus YHWH untuk membebaskan orang Israel dari Mesir dan memimpin mereka keluar dari Mesir. Panggilan Musa tidak serta merta mudah diterima oleh Musa.

Musa dengan keyakinan dan bantuan Harun akhirnya memimpin orang Israel keluar Mesir. Kekuatan dahsyat YHWH membebaskan orang Israel ke luar Mesir membuat orang Israel merasa berharga dan yakin akan YHWH.

Setelah mereka bisa ke luar dari Mesir tantangan yang mereka hadapi tidak ringan. Mereka melalui padang guru gersang dan di sinilah hidup mereka seperti mendapatkan ancaman lebih besar dibandingkan ketika di Mesir.

Gunung Sinai adalah Gunung Suci, Tonggak Sejarah Iman Bangsa Israel

Gunung Sinai, Gunung Suci

Perjalanan mereka yang sangat melelahkan baik fisik maupun emosi dan spiritual sampai ke Gunung Sinai. Di Gunung Sinai ada empat peristiwa besar, mereka dipilih menjadi umat pilihan dan dilengkapi dengan hukum yang melindungi karakteristik sebagai umat pilihan; kedua, mereka melakukan cacah jiwa; ketiga, mereka melakukan persembahan pentahbisan Kemah Suci, dan keempat, mereka merayakan Paskah untuk kedua kalinya.

Perjalanan mereka sampai di Gunung Sinai. Gunung ini menjadi tempat yang sangat bersejarah dalam iman orang Israel kepada YHWH. Di Gunung ini orang Israel diangkat menjadi umat pilihan YHWH. Agar mereka bisa menjadi umat pilihan YHWH, YHWH memberi mereka hukum yang menuntun mereka hidup sesuai karakteristik umat pilihan YHWH.

Hukum-hukum itu sebagian menjadi Kitab Keluaran di bab 20 dan seluruh Kitab Imamat dan Bilangan. Dari kisah ini menjadi jelas bahwa hukum yang diberikan YHWH sebagai bentuk kasih YHWH kepada orang Israel agar tidak terjerumus ke dalam hidup yang menyimpang. Ingat pada waktu itu, orang Israel menjadi kawanan kecil diantara bangsa lain. Bangsa lain selalu menawarkan model hidup penyembahan yang sangat berbeda dengan orang-orang Israel. Termasuk adalah godaan menikah dengan wanita atau pria bangsa asli. Keberadaan hukum-hukum ini jangan dipisahkan dan dilepaskan dengan panggilan mereka sebagai bangsa terpilih.

Dalam kehidupan modern atau kehidupan kita, status sebagai orang terpilih pasti punya konsekuensi hidup dengan cara yang berbeda dengan orang kebanyakan. Misalnya saja Anda sebagai orang terpilih menjadi prodiakon, atau terpilih menjadi ketua lingkungan atau terpilih menjadi orang Katolik, Anda tentu punya aturan hidup yang berbeda dengan orang-orang kebanyakan. So, jangan pisahkan antara aturan atau hukum dengan status Anda sebagai orang terpilih.

Menjelang mereka meninggalkan Gunung Sinai dilakukanlah cacah jiwa (Bil 1-4). Maksud dari cacah jiwa ini untuk memastikan jumlah mereka tidak ada yang berkurang atau tidak ada penyusup yang ikut dengan mereka. Ini adalah bentuk perhatian dan memastikan bahwa mereka sebagai bangsa umat pilihan YHWH tetap terjaga.

Selain cacah jiwa, di Gunung Sinai ini juga dilaksanakan persembahan untuk pentahbisan (Bil 7) Jelas banget bahwa kisah ini adalah tradisi para imam (Im 7:1-10:28)

Diceritakan Kemah Suci itu didirikan oleh Musa, Setelah selesai mendirikan Kemah Suci diadakanlah upacara pentahbisan. Termasuk yang disucikan adalah perabot, mezbah dan segala perkakasnya disucikan (diurapi). Upacara ini dilakukan dengan cara mereka mempersembahkan persembahan. Semua persembahan itu diterima Musa kemudian diserahkan kepada orang Lewi untuk keperluan pekerjaan mereka.

Upacara pentahbisan mezbah itu dilakukan selama 12 hari. Setiap hari dilakukan upacara persembahan yang dipimpin oleh satu pemimpin secara bergantian. Setiap suku mendapatkan giliran memimpin persembahan pentahbisan kemah suci.

Setelah mereka mengadakan upacara pentahbisan Kemah Suci, YHWH memerintahkan Musa untuk melakukan pentahbisan kepada orang Lewi (8:5-22)

Setelah Musa melakukan upacara pentahbisan orang Lewi, mereka mengadakan Paskah. Inilah Paskah kedua setelah mereka untuk pertama kali mengadakan Paskah di Mesir pada saat mereka akan meninggalkan Mesir. Perayaan Paskah ke dua ini dapat dilihat pada Im 9:1-14

Orang Lewi diperciki dengan air penghapus dosa (9:7). Mungkin inilah awal mula tradisi perecikan air suci kepada umat Katolik pada saat perayaan Malam Paskah. Air yang menyucikan orang Lewi dari dosa; mereka dikuduskan seperti perkakas mezbah yang diurapi. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Tanah Kanaan.

Sebenarnya mereka sudah dekat dengan Tanah Kanaan. Sebelum mereka masuk tanah Kanaan, mereka mengutus mata-mata untuk memeriksa tanah Kanaan dan penghuninya (Im 13:1-33) Hasil pengamatan mereka (12 orang) membuat orang Israel takut dan mengatai Musa serta bersungut-sungut.

Pemberotakan mereka kepada YHWH akhirnya membuat YHWH menghukum mereka di padang gurun selama 40 tahun. Generasi yang keluar dari Mesir habis. Orang Israel mempunyai generasi yang benar-benar baru. Kecuali Yosua dan Kaleb semua orang Israel yang keluar dari Mesir telah mati.

Musa memberi nasihat kepada generasi baru (lahir di padang guru) sebelum masuk ke Tanah Kanaan (K. Ulangan) – bagaimana mereka harus menjalani hidup di tanah terjanji, & mengungkapkan makna dari seluruh peristiwa penyelamatan Allah. Musa memberkati Yosua sebagai pemimpin orang-orang Israel baru ini.

Tongkat kepemimpinan diserahkan kepada Yosua. Musa mengurapi Yosua menjadi pemimpin Israel yang baru

Nah, kalau ditelusuri dengan cara lebih mendalam dan kritis, maka Taurat yang terdiri dari lima (5) gulungan Kitab digali dari beberapa kisah yang sumbernya berbeda-beda. Karena itu tidak mengherankan jika Anda akan menjumpai ada cerita ganda artinya kisahnya diceritakan dua kali dengan cara yang berbeda, dan kadang malah kontradiktif.

Karena itu sekali lagi penting untuk memahami kisah dalam kitab suci ini bukan sebagai sebuah teori atau kisah hisotiris melainkan kisah di mana Allah mendampingi manusia, menuntun manusia. Allah selalu perhatian dan care kepada manusia kendati manusia itu jatuh dalam dosa. Ini poin penting dari Taurat yang akan membantu kita kemahami Firman Allah dalam Perjanjian Baru dalam diri Yesus Kristus

To be continued ya pada bagian empat (4) sumber tradisi dalam Kitab Suci

Continue reading TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Peduli Kepada Orang Israel (Manusia)