MENGEMBANGKAN DIRI ADALAH KONTRIBUSI

“Hatiku menjadi begitu gelisah menyadari ketidaktahuan yang teramat sangat. Ketidaktahuan yang terlambat disadari setelah mengalami kejatuhan”. Kegelisahan inilah yang menjadi mendorong untuk terus belajar melatih diri dan menyiapkan diri menghadapi tantangan. Inilah proses edukasi diri. Di dalam proses edukasi ini telah terjadi proses memotivasi diri. Syukur-syukur hal ini bisa memberi kontribusi untuk generasi yang bergerak maju.

Hanya mereka yang mampu mengartikulasikan pengalaman pahit hidupnya yang bisa membantu orang lain menemukan makna di dalam pergulatan batinya. Karena itu, pentinya setiap saat manusia melakukan refleksi sebagai upaya mendapatkan solusi.

Edukasi (Menurut KBBI) adalah segala keadaan, hal, peristiwa, kejadian, atau tentang suatu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia. Kedewasaan bukan ditentukan usia melainkan kemampuan memaknai hidup, yang ditunjukkan dengan keterampilan / kecakapan hidup. Kecakapan hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan seseorang melakukan refleksi. Seperti yang dikatakan Aristoteles, “Hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani”  Melalui refleksi seseorang akan tahu dirinya, kelemahan dan kekuatannya dan apa yang harus dilakukan.

Edukasi dan refleksi bagai dua sisi dari satu keping mata uang yang diyakini menjadi cara mengembangkan diri. Melalui proses pengajaran dan pelatihan manusia bisa mencapai level perkembangan terbaik hidupnya. Dengan begitu ia  telah berkontribusi kepada negeri ini.

Published by

admin

Kepala SMA (Sekolah Penggerak) I Narasumber Praktik Baik I Pelatih I Penulis I Pengajar K3S I Dosen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *