GURU KREATIF, GURU YANG AKAN TETAP ABADI

Artikel ini pernah diikutkan dalam Lomba Menulis Artikel dalam rangka hari guru nasional yang diselenggarakan oleh PGRI dan memenangkan juara harapan. Artikel ini menjadi salah satu tulisan yang dibukukan, “GAGASAN WOW GURU ZAMAN NOW”

Artikel “guru yang kreatif , Guru yang akan Tetap Abadi’ dalam Buku “Gagasan Wow, Guru Zaman Now”

“Ruangguru PHK Gede-gedean, Ratusan Karyawan Jadi Korban”. Jemariku behenti menggulung layar monitor HP. Aku membaca judul artikel itu dengan serius. Alasan perusahaan startup melakukan PHK adalah iklim pasar global yang memburuk.

Bidang apa yang tidak terpengaruh oleh kondisi pasar global? Di era seperti sekarang ini tidak ada satu bidang pun yang tidak terpengaruh oleh perubahan bidang lain. Termasuk bidang pendidikan. Sejak pandemic Covid-19 melanda dunia pertangahan April 2020 kita disadarkan gelombang perubahan dahsyat dalam kehidupan manusia.

Perubahan memaksa manusia beradaptasi tergadap perubahan. Seperti yang dikatakan oleh Charles Darwin, “Mereka yang bertahan bukanlah yang kuat melainkan mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan” Lalu apa yang dibutuhkan manusia untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan? Kreativitas, jawabannya. Guru kreatif, guru yang akan tetap abadi.

Suatu hari saya diskusi dengan seorang guru yang baru saja selesai mengajar. Kebetulan saya mengadakan observasi kelas guru tersebut. Saya bertanya, “Bagaimana perasaan Bapak setelah mengajar? Apakah Bapak sudah  merasa puas dengan pengajaran Bapak?”

Guru saya menjawab, “Saya puas Pak” Lalu beliau melanjutkan alasannya. Dari semua alasan yang diungkapkan, ada satu kalimat yang membuat saya senang. “Anak-anak tampak senang belajar. Mereka menggunakan gelas platik sebagai alat musik. Dengan gelas itu anak-anak berusaha menciptakan irama yang indah. Mereka tampak menikmati kelas saya”.

Itulah kreativitas. Sederhana. Tidak membutuhkan biaya mahal. Hanya dengan gelas plastik guru bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Pembelajaran itu menjadi menyenangkan karena semua siswa terlibat. Pembelajaran menjadi bermakna karena pembalajaran itu kontekstual; siswa merasakan pembelajaran itu mermanfaat untuk hidup sehari-hari.

Kreativitas menjadi sangat penting untuk era sekarang ini. Guru kreatif yang akan bertahan oleh dahyatnya perubahan pasar global, sekalipun kondisi pasar global memburuk, seperti sekarang ini.

Guru kreatif tidak hanya membuat pengajarannya menyenangkan bagi siswa seperti kelas yang saya ceritakan di atas. Guru kreatif juga akan memberi kepuasan pada dirinya sebagai guru. Anda tahu ketika kita merasa puas terahadap pekerjaan kita, kita akan mempunyai daya lebih besar untuk produktivitas.

Rasa puas yang kita rasakan akan melahirkan ide-ide kreatif lanjutan. Rasa puas yang melahirkan rasa bahagia membuat Anda makin produktif.

Guru kreatif  membuat pembelajaran menjadi efektif. Para siswa akan memahami dengan baik pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai. Kompetensi siswa akan meningkat. Karena pembelajaran yang kreatif akan mendorong siswa mempunyai pengalaman belajar. Dan inilah yang terpenting dalam pembelajaran. Inilah pembelajaran yang bermakna. Dengan demikian pembelajaran yang kreatif membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna.

Menjadi Guru Kreatif

Menjadi kreatif, apakah bakat atau hasil dari belajar? Saya yakin Anda akan sepakat bahwa menjadi kreatif itu hasil dari belajar. Menjadi kreatif itu sebuah keterampilan yang bisa dipelajari. Karena itu setiap guru yang memutuskan diri untuk bermanfaat bagi siswa, dan ingin tetap eksis ditengah derasnya perubahan, Anda harus menadi guru kreatif. Tidak bisa ditawar. Mutlak dan mendesak.

Pembelajaran kreatif adalah konsekuensi dari kompetensi pedagogi. Saya sepakat dengan Florence Beetlestone dalam bukunya “Creative Learning” ada enam (6) unsur yaitu: bentuk pembelajaran, representasi, produktivitas, orisinalistas, berpikir dengan kreatif, dan alam ciptaan. (Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut terkait dengan penjabaran 6 unsur ini silakan baca buku 10 Elemen Pedagogi Guru Merdeka, karya Purwanto, M.Pd, Jejak Pustaka, 2022, hal 62-67)

Ada sepuluh (10) elemen penting yang dibutuhkan menjadi guru kreatif (Purwanto:2022)

  1. Sikap yang mendasi totalitas seorang guru adalah keikhlasan dan ketulusan melayani siswa. Guru yang ikhlas akan punya totalitas dalam pelayanan.
  2. Percaya Diri. Percaya diri akan mendorong guru berupaya mencari cara untuk membantu siswa yang membutuhkan bantuan. Dia tidak mudah putus asa, dan tindakannya cenderung menjadi inspirasi bagi orang lain.
  3. Public Speaking Guru kreatif cenderung mempunyai keterampilan komunikasi yang efektif. Ia seorang guru yang asik dalam bertutur kata atau saat menyampaikan gagasan.
  4. Mengunakan alat peraga. Guru kreatif dengan mudah menggunakan barang atau benda disekitarnya untuk memudahkan pembelajaran. Ia cerdas memaknai setiap benda di sekitarnya.
  5. Metode pengajaran bervariasi. Ia bukan guru monoton. Selalu ada kejutan ketika mengajar. Metode mengajar yang ia gunakan sangat bervariasi.
  6. Menyenangkan dan memberi pujian positif. Guru kreatif selalu mempu menemukan kalimat positif untuk memuju siswa. Hal yang tampaknya kecil dan sederhana di mata orang lain mampu digunakan untuk menyampaikan pujian yang memotivasi siswa.
  7. Melibatkan siswa. Guru kreatif bukan seorang penceramah sepanjang pembelajaran. Ia dengan kreatif melibatkan siswa dalam pembelajarannya. Siswa saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Guyonan dan lelucon berkualitas mewarnai kelas guru kreatif.
  8. Punya pengetahuan dan pengenalan siswa dengan baik.Guru kreatif mengenal siswanya dengan baik. Termasuk kesulitan dan hambatan belajar sangat dikuasai oleh guru kreatif
  9. Adanya intervensi emosi. Guru kreatif selalu melibatkan emosi positif dalam pembelajaran. Intervensi emosi menjadikan pembelajaran menjadi efektif. Misal, ketia seorang siswa terlihat ngantuk, guru akan mendatangi siswa sambal menyapa siswa secara santun. Itulah contoh intervensi emosi.
  10. Mensharingkan pengalaman pribadi.Pengalaman pribadi guru bisa menjadi media pembelajaran. Guru menceritakan pengalaman hidupnya untuk menyampaikan makna pembelajaran.

Menilik 10 elemen yang dibutuhkan untuk menjadi guru kreatif, hal itu sangat mendukung dengan profile guru dalam implementasi kurikulum merdeka. 10 elemen itu ada pada guru yang mau berubah. Guru yang menyadari bahwa perubahan sebuah kemutlakan dan kerena itu ia harus terus belajar.

Jadilah guru kreatif maka Anda akan merasa Bahagia mengajar. Anda akan menjadi guru yang terus bertahan dan malah dibutuhkan kendati pasar global mengalami kelesuan. Guru kreatif harus menjadi cita-cita untuk terus diperjuankan. Selamat Hari Guru Nasional, guru kreatif.