EMPAT (4) SUMBER TRADISI TULISAN YANG MEMBENTUK KITAB TAURAT

Tulisan ini adalah materi lanjutan dari tulisan yang berjudul “TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Sangat Peduli Kepada Manusia”

Ilmu pengetahuan terus berkembang, minat orang mempelajari kitab suci makin tinggi. Kitab Taurat atau Pentateukh menampilkan perbedaan-perbedaan gaya bahasa, pengulangan (double) dan terkadang dijumpai kisah yang di dalamnya ada kontradiksi. Graf dan Welhousen menyimpulkan bahwa Pentateukh atau Taurat adalah kumpulan tulisan yang terdiri dari empat (4) buah dokumen yang berlain-lainan usianya dan lingkungan awalnya. Semunya berasal dari zaman sesudah Musa.

Tulisan Kitab Suci dikumpulkan dari sumber tradisi yang berbeda-beda

Banyaknya aliran tradisi tersebut menjelaskan kenapa di dalam Taurat terdapat cerita dobel, pengulangan dan pertentangan yang sering membuat pembaca bingung. Berikut ini adalah kisah yang double, pengulangan atau pertentangan.

  1. Dua kisah mengenai penciptaan, Kej. 1:1-2:4a dan 2:4b-3:24
  2. Dua silsilah Kain-Keni-Kenan, Kej 4:17 dst dan 5:12-17
  3. Gulungan du akisah tentang air bah, Kej. 6-8
  4. Kisah Perjanjian Abraham diceritakan dua kali, Kej 15 dan Kej 17
  5. Dua kali Hagar diusir, Kej. 16 dan 21
  6. Ada tiga cerita tentang Nasib malang isrtri seorang Bapa Bangsa di negeri asing, Kej 12:10-20; 20 dan26:1-11
  7. Gabungan dua cerita tentang Yusuf dan saydara-saudaranya yang terdapat di dalam bab-bab akhir kitab Kejadian
  8. Dua kisah tentang panggilan Musa, Kel. 3:1-4:17 dan 6:2-7:7
  9. Du amujizat air di Meriba, Kel. 17:1-7 dam Bil 20:1-13
  10. Dua teks Dekalog, Ke;. 20:1-17 dan Ul. 5:6-21

Masih ditemukan banyak contoh lagi.

Berdasarkan kesamaan bahasa, gaya bahasa, dan gagasan-gagasan, bagian-bagian tertentu dari Pentateukh dapat dikelompokkan yang kurang lebih menjadi lengkap seperti sekarang ini. Dengan demikian ditemukan empat aliran tradisi.

  1. Tradisi Yahwista (J)
  2. Tradisi Elohista (E)
  3. Tradisi Ulangan (D)
  4. Tradisi Imam (P)

Sebelum kita mencermati ciri-ciri atau karakteristik masing-masing aliran, saya ingin sharing atas pertanyaan seorang peserta kursus. Beliau menanyakan demikian, “Kenapa ya Allah tidak langsung saja menciptakan alam semesta dan manusia dalam satu hari atau satu saat. Allah kan maha kuasa. Atau kenapa kedatangan Yesus tidak dilakukan sejak awal manusia ada?”

Pertanyaan itu bisa saja menjadi pertanyaan banyak orang, termasuk diri Anda. Tampak pertanyaan itu begitu sederhana. Tetapi jawabnya tidak sederhana. Kebenaran jawaban ini menyangkut sisi pemahaman sekaligus iman karena jawabnya bisa saja tidak memuaskan logika Anda.

Kitab Suci menceritakan Sejarah Keselamatan. Kitab Suci bukan risalah (ringkasan) tentang inti keadaan manusia atau Allah tapi tentang BAGAIMANA ALLAH MENGUNGKAPKAN KEBENARAN DIRI-NYA DAN UMAT MANUSIA SECARA BERTAHAP. Tidak mengungkapkan segala-galanya sekaligus.

Bukan teori, melainkan Hidup/Keselamatan. Orang-orang bijak yang disebut di dalam KS bukanlah para filsuf, melainkan orang-orang yang mematuhi perintah Tuhan. “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua,sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mzm 119:100) St. Thomas Aquinas; Mother Teresa.

Konsili Vatikan II Menyatakan bahwa, “kitab-kitab suci yang terinspirasi ilahi itu mempunyai nilai  yang berkesinambungan”. Paulus, “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” (Rm 15:4). Maka kitab-kitab itu, … harus diterima dengan khidmat oleh umat beriman Kristiani” (DV art 14-15)

Dari beberapa penjelasan singkat tersebut kita mengetahui bahwa tindakan Allah menyelamatkan manusia adalah tindakan di dalam sejarah. Artinya menyentuh langsung dalam hidup setiap orang (pribadi) Kebenarannya sangar personal dan tentu rasional.  Pentingnya memahami pentahapan sebagai proses. Allah menyampaikan kesempurnaan wahyu (Pemberian diriNya kepada manusia) secara bertahap dan mencapai kesempurnaan pada diri Yesus.

Memahami kenapa demikian, Paulus mengatakan ‘supaya menjadi pelajaran bagi kita’ dan konsili suci dengan tegas menyatakan, harus diterima dengan khidmat bukan hanya dengan rasio. Barangkali jawaban ini masih abu-abu dan belum terang benderang bagi Anda. Jika demikian tiba saatnya Anda masuk dalam misteri keselamatan Allah. Keselamatan Allah itu misteri, memahaminya tidak bisa tidak harus masuk dalam misteri keselamatan itu. Itulah yang dimaksudkan, “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua,sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mzm 119:100)

Mari sekarang kita lihat satu persatu ciri-ciri dan karakteristik masing-masing aliran tradisi yang digunakan sebagai sumber penyusunan Taurat.

 

Tradisi Yahwista (J)

Secara ringkas, tradisi Yahwista (J) punya karakteristik sebagai berikut:

  1. Penulisan Taurat dimulai pada zaman Salomo (900 SM). Kita tahu Salomo mendirikan banya sekolah menulis, karena itu banyak dokumen dituliskan kembali pada zaman ini menjadi tulisan kitab suci. Kamu cendikiawan, kelompok orang berhikmat yang menghidup tradisi Israel sangat kuat pada jaman Salomo. Mereka produktif menulis kembali “sejarah Israel” sampai terbentuknya kerajaan Israel Bersatu. Sejarah Israel ini disusun dari sudut pandang Yehuda.
  2. Tokoh politiknya bersentuhan dengan Daud & Salomo.
  3. Dokumenya disebut Dok Yawista karena menyebut Allah “YHWH”.
  4. Kita temukan di Keluaran. Imamat dan Bilangan (juga di K. Samuel dan Raja-raja)
  5. Cerita hidup (banyak disukai dan disampaikan ke masyarakat). Misal: Perseteruan antar saudara (Kain dan Habel, Esau dan Yakub-yg menang, adik),Istri yang tidak punya anak (Sarah, Ribka, dan Rahel-sampai Allah membuka Rahim mereka)
  6. Gaya cerita yang hebat dan dinamis. Tidak segan menceritakan sisi gelap sang tokoh. Abraham –orang yang sangat percaya pada Allah tetapi ia juga mengalami kelemahan manusiawi (Kej 12:20). Yakub – menerima berkat dan janji YHWH, tetapi ia bisa berlaku tidak jujur dan licik (Kej. 27:29-31). Cerita itu membungkus teologi yang akan disampaikan (apa itu? Disampaikan Panjang lebar kebenaran ttg Allah dan kehendak-Nya) menyampaikan nubuat yag telraksana di masa depan : Kej 15:13-15 – Abraham bicara ttg perbudakan di Mesir dan pembebasan yang dilaksanakan Allah.
  7. Antropomorfisme – Allah digambarkan dengan fisik, sifat dan perilaku manusiawi Kej. 2:7.8.21; 3:8.21; 7:16; 11:7 (untuk menggambarkan kedekatan dengan manusia)
  8. Inti tradisi ini: Allah sgt dekat dg manusia. Allah mengarahkan manusia pada tujuan hidupnya. Allah berkarya dalam hidup manusia. Ia terlibat dalam hidup Anda

Tradisi Elohista (E)

Setelah Salomo meninggal, kerajaan terpecah menjadi dua (2), 10 suku di bagian Utara dan tetap menggunakan nama “Israel” (Ibukota Samaria), dan Bag Selatan diperintah oleh keluarga Daud  dan Kerajaan Yehuda  (Yerusalem). Ke-2 Kerajaan  punya tradisi, agama, Allah dan bahasa yang sama.

Tempat ibadah. Utara (Israel) = kota Dan dan Betel (Yerobeam mendirikan ini agar rakyatnya tidak pergi ke Yerusalem – biar tidak bergabung dengan keluarga Daud). Untuk mendukung ini, Utara butuh Legitimasi Tradisi.

Para cendikiawan menuliskan Kembali Sejarah Suci Kerajaan Israel (750 SM) dok disebut Elohista (E) karena menyebut Allah dengan Elohim. Selatan (Yehuda) = Bait Allah di Yerusalem.

  1. Menekankan Kisah Leluhur. Mereka menulis untuk melibatkan dan  mengingatkan mereka pada perjanjian YWHW dengan nenek moyang mereka. Mereka mulai dari kisah Abraham (bukan dari kisah Penciptaan)
  2. Keagungan Allah. Peran raja sangat penting. Menentukan siapa yang harus disembah dan bagaimana caranya. banyak raja membawa rakyat meninggalkan Allah
  3. Nabi: Elia, Elisa, Amos, Hosea
  4. Hindari antropomorfisme, Allah itu agung, luhur maka tidak digambarkan berjalan besama manusia. Menggunakan “mimpi” (Kej. 20:3.6; 21:2; 12:28), suara malaikat (Kej 21:17; 22:11.15) teofani/ penampakan Allah dengan kekuatan besar (Kej 19:16-19)
  5. Hormat kepada Allah. Sikap yang benar kepada Allah adalah takut  Abraham (Kej 22:12), Yusuf (Kej. 42:24), Israel (Kel. 1:15-17), Musa (Kel. 3:6), para tua-tua (Kel. 18:21), dan umat (Kel/ 20:18-20)
  6. Tradisi E kurang pandai bercerita karena itu menekankan pada Moral dan Etika
  7. Tradisi E mengubah kisah untuk mengurangi hal-hal yang tidak sesuai. Bdk. Kej 12:10-20 (J) dengan Kej 20:1-17 (E) tradisi E mengubah kisah (J) dengan memperhalus moral dan etika. Abraham tidak ceritakan bersalah, malahan Firaun yang dijatuhi hukuman

Tradisi Deuteronomi (D) Ulangan

  1. Sebelum Samaria jatuh ke Asyur
  2. Mereka melihat peraturan Musa tidak cocok lagi kerena mereka sekarang hidup dalam kerajaan,
  3. Mereka merasa perlu menata kembali peraturan agar bisa menanggapi kebutuhan zaman (masyarakat kota) Mis. Penghapusan utang yang sebelumnya setiap tahun ke-7 para petani tidak boleh menggarap tanahnya agar hasilnya dinikmati oleh orang miskin
  4. Orang Lewi merumuskan ulang semangat hukum/adat istiadat Israel membela YHWH dan menentang penyembahan berhala yang dipelopori raja-raja, belum selesai ditulis, Samaria jatuh ke tangan Asyur
  5. Samaria jatuh ke Asyur (722 SM). Penulis (orang Lewi) lari ke Yerusalem berlindung dan menyelesaikan tulisan mereka.Mereka merenungkan kehancuran Samaria, penyebabnya dan bagaimana harus tetap setia kepada Allah.
  6. Gaya bahasanya cenderung hitam putih, benar salah. Hukum sebagai panduan bagaimana mereka harus hidup sebagai umat YHWH jika berlaku setia mereka akan selamat
  7. Mereka mengembalikan kesatuan bangsa dengan iman akan YHWH satu satunya tempat YHWH menyatakan diri adalah Yerusalem. Mereka menolak tempat ibadah Israel, Sikhem/Gerizim
  8. Kitab yang dibawa oleh orang-orang Lewi dari utara itu adalah kitab Ulangan (Ul 5-26)

 

Tradisi Para Imam (Priest)/P

  1. Mereka menekankan gaya monoteisme, dan menghindari antropomorfisme.
  2. Tidak ada cerita ttg malaikat, atau mimpi. Tidak ada cerita ttg Allah bergaul dengan manusia.Tradisi ini menggambarkan Allah yang agung dan berkuasa tanpa saingan.
  3. Menekankan kehadiran Allah ditengah umat karena itu memberi perhatian besar pada Kemah Suci dan Tabut Percanjian (Kel 25-40) dan memberi dasar pembangunan Bait Allah (1Raj  6-7).
  4. Pada masa pembuangan di Babilonia, para imam Menyusun Kembali keempat tradisi yang menyangkut iman Israel (J.E.D.P) hasil akhirnya adalah Kitab Taurat seperti yang sekarang.
  5. Gulungan Kitab Taurat inilah yang dibawa imam Ezra dari Babel ke Yerusalem yang dibacakan dihadapan orang Israel

Empat tradisi ini menjadi dasar seseorang memahami teks kitab suci Pernjanjian Lama. Jika Anda ingin mendalami dan memahami lebih lanjut isi Kitab Suci Perjanjian Lama, sebaiknya Anda memperdalam 4 tradisi ini.

Dua Materi ini (TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Sangat Peduli Kepada Manusia dan Empat (4) Sumber (Tradisi) Tulisan yang Membentuk Kitab Taurat) adalah materi kursus pertemuan 1 topik TAURAT 1

 

Referensi

Percetakan Arnoldus Ende (2000). ALKITAB KATOLIK DEUTEROKANONIKA. Ende

Seto Marsunu (2017). PENGANTAR KE DALAM TAURAT. Yogyakarta, PT. Kanisius