TAURAT 1: SEBUAH PENGANTAR, Allah Peduli Kepada Orang Israel (Manusia)

 

Artikel ini adalah tulisan pertama dari tiga (3) tulisan yang menjadi lingkup materi TAURAT 1 dari Materi Kursus Kerasulan Kitab Suci (K3S) di bawah koordinasi Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Jakarta (KKS KAJ). Tulisan ini tidak bermaksud menggantikan seluruh materi pada pertemuan pertama (1) apa lagi menggantikan proses pembelajaran kursus. Tulisan ini sebagai refleksi edukasi yang diharapkan bisa membantu pembaca (peserta kursus) memahami lebih lengkap saat membaca kembali materi PPT kursus.

Musa adalah Nabi Pilihan Allah untuk membebaskan Orang Israel dari Mesir

Setiap orang Katolik pasti tidak asing dengan tokoh yang disebut Musa. Musa yang diyakini sebagai penulis Kitab Taurat adalah tokoh besar di dalam kisah pembebasan bangsa Israel keluar dari Mesir. Apa yang Anda langsung pikirkan ketika mendengan kata “Musa”? Anda barangkali akan terpikir, peristiwa menyeberangi Laut Merah; atau Anda terpikir semak yang seperti terbakar; atau Anda terpikir tulah yang menimpa orang Mesir.

Musa adalah nabi besar dalam Perjanjian Lama. Ia memberi dasar yang kokoh bagaimana bansa Israel harus hidup sebagai Umat Pilihan Allah.

Ketika kita mempelajari tokoh Musa atau Taurat Musa sesungguhnya kita tidak pertama-tama belajar sejarah. Melainkan kita belajar bagaimana Allah hadir dalam perjuangan bangsa Israel hidup sebagai bangsa terpilih. Karena itu sangat penting bagi kita ketika belajar Taurat Musa dan juga kitab-kitab lainnya, terutama dalam Perjanjian Lama, kita memandang tujuan pembelajaran ini, yaitu:

  1. Kita bisa menangkap pesan untuk hidup kita yang terkandung di dalam setiap peristiwa yang dialami oleh orang-orang Israel.
  2. Memahami bahwa Torah (Taurat) yang isinya hukum, peraturan, wejangan dan pengajaran sebenarnya dimaksudkan sebagai bentuk cinta kasih Allah kepada orang-orang Israel (kita)
  3. Pemahaman ini diharapkan membantu kita memiliki pemahaman yang lebih baik konteks Perjanjian Barua atau Yesus Kristus
  4. Kita tahu garis besar isi Taurat, proses penulisannya dan tentu saja sumber yang digunakan dan bagaimana kita membacanya
  5. Memberi petunjuk secara isi kitab Kejadian, Keluaran, Ulangan, Bilangan dan Ulangan

Arti Kata Taurat

Kata Taurat dari bahasa Ibrani “Torah” yang artinya ‘hukum” = “peraturan” = “pengajaran” = “wejangan”. Hukum, peraturan, pengajaran dan wejangan selalu dimaksudkan bukan untuk memberatkan manusia. Sejak awal mula Allah memberikan hukum atau peraturan atau pengajaran atau wejangan untuk manusia supaya manusia bisa hidup bahagia. Bukan dimaksdukan untuk memberatkan manusia dan membelenggu manusia. Dalam konteks ini kita bisa memahami Sabda Yesus ketika mengatakan, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27)

Orang Yahudi menggunakan kata Taurat untuk menyebut lima (5) kitab pertama di dalam Kitab agama Yahudi. Lima (5) kitab itu yaitu, Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Kelima kitab ini merupakan satu kesatuan yang mereka sebut Kitab Taurat.

Kitab Taurat diawali dengan kisah Penciptaan alam semesta dan manusia. Kemudian diteruskan dengan kisah dosa pertama serta akibat-akibatnya. Dosa dan kejahatan manusia berkembang semakin menghebat yang merusak tatanan dunia.

Atas kejahatan manusia tersebut, Allah menjatuhkan hukuman kepada manusia. Kisah ini dapat Anda lihat pada Kejadian 6:1-8. Dalam kondisi dunia yang rusak oleh dosa, seolah tidak ada harapan lagi. Namun, sejarah keselamatan, yang adalah rencana Allah, tidak ada yang bisa menghalangi terlaksananya rencana Allah itu.

Allah mempersiapkan jalan menuju keselamatan dengan menjaga satu keluarga, yaitu keluarga Nuh. Nuh, manusia pilihan Allah. Kita bisa lihat kisah Nuh yang punya cara hidup berbeda dengan manusia kebanyakan. Dunia dibersihkan dari kotoran dosa melalui air bah. Nuh dan keluarganya dibersihkan oleh Allah melalui air bah.

Di sini kita diingatkan kembali air pembatisan yang membersihkan kita dari dosa, dan kita menjadi anak-anak pilihan Allah. Allah memilih Nuh dengan air bah yang membersihkan dunia dari dosa; demikian juga Allah membersihkan dosa kita dengan air pembaptisan.

Tibalah kita pada kisah manusia pilihan Allah. Abram atau Abraham, seorang beriman dipilih Allah mendapatkan janji akan memperoleh keturunan. Keturunannya akan menepati Tanah Terjanji (Kej 12:1-25:18)

Janji ini disampaikan kepada Ishak. Ishak mempunyai dua anak yaitu Esau dan Yakub. Dari kisah ini Allah mau menyampaikan kepada umat pilihanNya bahwa tradisi nenek moyang mereka yaitu anak sulung menjadi pewaris diubah oleh Allah. Yakub anak bungsu Ishak dengan berbagai cara yang secara manusiawi tampak kurang elok digunakan oleh Allah untuk mendapatkan warisan hak kesulungan.

Yakub mempunyai 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku bangsa Israel. Keluarga Yakub dilanda kesulitan makanan karena kekeringan melanda daerah mereka dan sekitarnya. Allah menyelamatkan keluarga ini melalui Yusuf, anak yang dibuang oleh saudaranya ke Mesir menjadi penyelamat keluarga besar Yakub.

Keluarga besar Yakub pindah ke Mesir karena Mesir di bawah kendali Yusuf menjadi kerajaan yang tidak terdampak kelaparan karena kekurangan makanan. Yusuf yang dibuang menjadi penyelamat. Mesir menjadi tempat mereka mengungsi dan selamat.

Pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Yakub di Mesir bisa dikatakan luar biasa. Kemajuan yang mereka capai menimbulkan iri dalam hati para penduduk asli Mesir. Orang-orang Mesir mulai takut, cemas dan khawatir akan keberadaan orang-orang Israel.

Ketakutan ini membuat pemimpin Mesir memperlakukan orang-orang Israel sangat kasar. Hal ini terjadi pada saat Yusuf telah mangkat. Generasi yang hidup adalah generasi setelah Yusuf. Orang-orang Israel ditindas dengan kerja paksa. Anak-anak laki yang lahir dari orang Israel harus dibunuh. Inilah cara yang digunakan untuk menghentikan perkembangan orang Israel dan akibat dari ketakutan yang begitu besar. Nampaknya Herodes ketika memerintahkan membunuh anak-anak yang usianya dibawah 2 tahun dalam upaya membunuh bayi Yesus terinspirasi dari kisah ini.

 

YHWH Membebaskan Israel dari Penindasan Mesir

Hidup dalam penderitaan dan siksaan di Mesir, Orang Israel ingat akan janji Allah untuk memberikan berkat dan tanah terjanji, Harapan ini selalu hidup di dalam hati mereka dan melahirkan kekuatan untuk bertahan dalam penderitaan. Harapan ini pula yang meyakinkan mereka bahwa akan ada seorang pemimpin yang membebaskan mereka dari Mesir.

Musa diutus YHWH untuk membebaskan orang Israel dari Mesir dan memimpin mereka keluar dari Mesir. Panggilan Musa tidak serta merta mudah diterima oleh Musa.

Musa dengan keyakinan dan bantuan Harun akhirnya memimpin orang Israel keluar Mesir. Kekuatan dahsyat YHWH membebaskan orang Israel ke luar Mesir membuat orang Israel merasa berharga dan yakin akan YHWH.

Setelah mereka bisa ke luar dari Mesir tantangan yang mereka hadapi tidak ringan. Mereka melalui padang guru gersang dan di sinilah hidup mereka seperti mendapatkan ancaman lebih besar dibandingkan ketika di Mesir.

Gunung Sinai adalah Gunung Suci, Tonggak Sejarah Iman Bangsa Israel

Gunung Sinai, Gunung Suci

Perjalanan mereka yang sangat melelahkan baik fisik maupun emosi dan spiritual sampai ke Gunung Sinai. Di Gunung Sinai ada empat peristiwa besar, mereka dipilih menjadi umat pilihan dan dilengkapi dengan hukum yang melindungi karakteristik sebagai umat pilihan; kedua, mereka melakukan cacah jiwa; ketiga, mereka melakukan persembahan pentahbisan Kemah Suci, dan keempat, mereka merayakan Paskah untuk kedua kalinya.

Perjalanan mereka sampai di Gunung Sinai. Gunung ini menjadi tempat yang sangat bersejarah dalam iman orang Israel kepada YHWH. Di Gunung ini orang Israel diangkat menjadi umat pilihan YHWH. Agar mereka bisa menjadi umat pilihan YHWH, YHWH memberi mereka hukum yang menuntun mereka hidup sesuai karakteristik umat pilihan YHWH.

Hukum-hukum itu sebagian menjadi Kitab Keluaran di bab 20 dan seluruh Kitab Imamat dan Bilangan. Dari kisah ini menjadi jelas bahwa hukum yang diberikan YHWH sebagai bentuk kasih YHWH kepada orang Israel agar tidak terjerumus ke dalam hidup yang menyimpang. Ingat pada waktu itu, orang Israel menjadi kawanan kecil diantara bangsa lain. Bangsa lain selalu menawarkan model hidup penyembahan yang sangat berbeda dengan orang-orang Israel. Termasuk adalah godaan menikah dengan wanita atau pria bangsa asli. Keberadaan hukum-hukum ini jangan dipisahkan dan dilepaskan dengan panggilan mereka sebagai bangsa terpilih.

Dalam kehidupan modern atau kehidupan kita, status sebagai orang terpilih pasti punya konsekuensi hidup dengan cara yang berbeda dengan orang kebanyakan. Misalnya saja Anda sebagai orang terpilih menjadi prodiakon, atau terpilih menjadi ketua lingkungan atau terpilih menjadi orang Katolik, Anda tentu punya aturan hidup yang berbeda dengan orang-orang kebanyakan. So, jangan pisahkan antara aturan atau hukum dengan status Anda sebagai orang terpilih.

Menjelang mereka meninggalkan Gunung Sinai dilakukanlah cacah jiwa (Bil 1-4). Maksud dari cacah jiwa ini untuk memastikan jumlah mereka tidak ada yang berkurang atau tidak ada penyusup yang ikut dengan mereka. Ini adalah bentuk perhatian dan memastikan bahwa mereka sebagai bangsa umat pilihan YHWH tetap terjaga.

Selain cacah jiwa, di Gunung Sinai ini juga dilaksanakan persembahan untuk pentahbisan (Bil 7) Jelas banget bahwa kisah ini adalah tradisi para imam (Im 7:1-10:28)

Diceritakan Kemah Suci itu didirikan oleh Musa, Setelah selesai mendirikan Kemah Suci diadakanlah upacara pentahbisan. Termasuk yang disucikan adalah perabot, mezbah dan segala perkakasnya disucikan (diurapi). Upacara ini dilakukan dengan cara mereka mempersembahkan persembahan. Semua persembahan itu diterima Musa kemudian diserahkan kepada orang Lewi untuk keperluan pekerjaan mereka.

Upacara pentahbisan mezbah itu dilakukan selama 12 hari. Setiap hari dilakukan upacara persembahan yang dipimpin oleh satu pemimpin secara bergantian. Setiap suku mendapatkan giliran memimpin persembahan pentahbisan kemah suci.

Setelah mereka mengadakan upacara pentahbisan Kemah Suci, YHWH memerintahkan Musa untuk melakukan pentahbisan kepada orang Lewi (8:5-22)

Setelah Musa melakukan upacara pentahbisan orang Lewi, mereka mengadakan Paskah. Inilah Paskah kedua setelah mereka untuk pertama kali mengadakan Paskah di Mesir pada saat mereka akan meninggalkan Mesir. Perayaan Paskah ke dua ini dapat dilihat pada Im 9:1-14

Orang Lewi diperciki dengan air penghapus dosa (9:7). Mungkin inilah awal mula tradisi perecikan air suci kepada umat Katolik pada saat perayaan Malam Paskah. Air yang menyucikan orang Lewi dari dosa; mereka dikuduskan seperti perkakas mezbah yang diurapi. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Tanah Kanaan.

Sebenarnya mereka sudah dekat dengan Tanah Kanaan. Sebelum mereka masuk tanah Kanaan, mereka mengutus mata-mata untuk memeriksa tanah Kanaan dan penghuninya (Im 13:1-33) Hasil pengamatan mereka (12 orang) membuat orang Israel takut dan mengatai Musa serta bersungut-sungut.

Pemberotakan mereka kepada YHWH akhirnya membuat YHWH menghukum mereka di padang gurun selama 40 tahun. Generasi yang keluar dari Mesir habis. Orang Israel mempunyai generasi yang benar-benar baru. Kecuali Yosua dan Kaleb semua orang Israel yang keluar dari Mesir telah mati.

Musa memberi nasihat kepada generasi baru (lahir di padang guru) sebelum masuk ke Tanah Kanaan (K. Ulangan) – bagaimana mereka harus menjalani hidup di tanah terjanji, & mengungkapkan makna dari seluruh peristiwa penyelamatan Allah. Musa memberkati Yosua sebagai pemimpin orang-orang Israel baru ini.

Tongkat kepemimpinan diserahkan kepada Yosua. Musa mengurapi Yosua menjadi pemimpin Israel yang baru

Nah, kalau ditelusuri dengan cara lebih mendalam dan kritis, maka Taurat yang terdiri dari lima (5) gulungan Kitab digali dari beberapa kisah yang sumbernya berbeda-beda. Karena itu tidak mengherankan jika Anda akan menjumpai ada cerita ganda artinya kisahnya diceritakan dua kali dengan cara yang berbeda, dan kadang malah kontradiktif.

Karena itu sekali lagi penting untuk memahami kisah dalam kitab suci ini bukan sebagai sebuah teori atau kisah hisotiris melainkan kisah di mana Allah mendampingi manusia, menuntun manusia. Allah selalu perhatian dan care kepada manusia kendati manusia itu jatuh dalam dosa. Ini poin penting dari Taurat yang akan membantu kita kemahami Firman Allah dalam Perjanjian Baru dalam diri Yesus Kristus

To be continued ya pada bagian empat (4) sumber tradisi dalam Kitab Suci

Published by

admin

Kepala SMA (Sekolah Penggerak) I Narasumber Praktik Baik I Pelatih I Penulis I Pengajar K3S I Dosen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *